Penghuni Masih Bertahan di Rumah yang Ambruk

  • Whatsapp
PUING reruntuhan rumah nomor 064 dan 066 masih berada di dasar sungai. Foto: nas
PUING reruntuhan rumah nomor 064 dan 066 masih berada di dasar sungai. Foto: nas

MANGUPURA – Dua rumah di Blok O masing-masing nomor 064 dan 066 di Banjar Bhinneka Nusa Kauh, Desa Dalung, Kuta Utara, ambruk pada bagian belakang. Meski demikian, pemilik rumah nomor 064 yakni Ida Ayu Alit Suastini bersama keluarga tetap bertahan di rumahnya yang ambruknya. Sementara Pemiliki rumah nomor 066 yakni AA Gede Ngurah memilih mengungsi sementara.

Peristiwa yang membuat kaget seisi rumah itu terjadi Senin (13/4/2020) sekitar pukul 02.00 Wita. Berdasarkan pantauan di lokasi siang kemarin, puing runtuhan masih di dasar sungai. Rumah nomor 064 ambruk pada bagian pelinggih, sementara rumah mah nomor 066 ambruk bagian kamar mandi.

Bacaan Lainnya

‘’Kejadian sekitar pukul 02.00. Tiba-tiba terdengar suara seperti benda jatuh. Saat dilihat, sudah longsor,’’ kata Ida Ayu Alit.

Kelihan Banjar Dinas Bhinneka Nusa Kauh, Ida Bagus Ngurah mengatakan, pihaknya langsung ke lokasi saat mengetahui kejadian tersebut. Laporan pun sudah disampaikan ke Pemkab Badung, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). ‘’Sudah kami laporkan dan kami harap segera ada solusi. Warga kami harus bagaimana,’’ ujarnya.

Petugas BPBD, kata dia sudah turun untuk melakukan pengecekan. Namun pihaknya bersama warga menunggu arahan lebih lanjut. ‘’Kami masih menunggu arahan lebih lanjut. Tapi harapan kami agar segera tertangani, karena ini menyangkut keselamatan warga,’’ harapnya.

Baca juga :  Gubernur Dorong Pembangunan Fasilitas Pengelola RDF Dipercepat

Ia pun mengaku sempat ada upaya menaikkan kembali puing yang jatuh ke sungai. Namun, karena dinilai membahayakan, ia melarang. ‘’Karena itu sebagian lagi bagian bangunan di rumah nomor 066 kan masih menggantung di atas. Takutnya, pas kita membersihkan di bawahnya, jebol susulan. Saya sudah minta sekalian dirobohkan. Katanya masih dicarikan tukang,’’ jelasnya.

Di sisi lain, pihak BPBD Badung membenarkan pihaknya mendapat laporan longsor tersebut. Tim pun telah diterjunkan ke lokasi. ‘’Tapi kami masih melakukan kajian dan akan melapor ke pimpinan,’’ ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, dr. Ni Nyoman Ermy Setiari.

Mengenai tindak lanjut, Ermy belum bisa menyampaikan. Harus dipastikan terlebih dahulu rumah tersebut tak melanggar ketentuan, khususnya sempadan. Sehingga bantuan nantinya tak menyalahi aturan. ‘’Ini yang masih kami kaji,’’ katanya. 020

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.