Pengawas Sekolah Diminta Berperan Tingkatkan Akreditasi Sekolah

SOSIALISASI pelaksanaan Akreditasi Sekolah/Madrasah Kabupaten Bangli tahun 2023 oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BAN-SM) Provinsi Bali ini dilangsungkan secara daring, Selasa (24/1/2023). Foto: ist

BANGLI – Pengawas sekolah dari Dikpora Bangli maupun Kemenag Kabupaten Bangli, Selasa (24/1/2023) mengikuti sosialisasi pelaksanaan Akreditasi Sekolah/Madrasah Kabupaten Bangli tahun 2023. Akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BAN-SM) Provinsi Bali ini dilangsungkan secara daring.

Koordinator Pelaksana Akreditasi (KPA) Bangli, AA Ketut Jelantik, mengatakan, kolaborasi pengawas Dikpora dengan Kemenag merupakan bentuk nyata kemauan kuat pengawas di Bangli untuk menyukseskan pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah. “Kami berharap pengawas berperan aktif untuk menyosialisasikan mekanisme dan fungsi penting akreditasi,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Ketua BAN-SM Provinsi Bali, I Wayan Suwira, mengemukakan, tahun 2023 di Bali tercatat sebanyak 817 sekolah/madrasah akan menjadi sasaran akreditasi. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari sekolah yang belum pernah diakreditasi (sekolah baru), sekolah yang tidak terakreditasi tahun sebelumnya, sekolah yang sertifikat akreditasinya kedaluwarsa, serta sekolah yang masa berlaku sertifikat akreditasinya berakhir Desember 2023.

Dari 817 sekolah tersebut, dia menyebut tidak seluruhnya akan divisitasi oleh asesor ke sekolah. Selain karena keterbatasan anggaran yang disediakan pemerintah, juga disebabkan faktor lain. ”Untuk itu, pusat memberi kuota sebanyak 360 sekolah,” papar Suwira tanpa merinci sekolah yang akan menjadi sasaran akreditasi tahun ini.

Dia menguraikan, ada beberapa tahapan pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah di Bali tahun ini. Direncanakan tahap pertama akan dilaksanakan pada Maret, dengan yang akan diakreditasi asesor adalah sekolah yang masa berlaku sertifikat akreditasinya kedaluwarsa.

Baca juga :  Pemkab Badung Pastikan Tujuh Usaha di Pantai Melasti Ilegal

”Ini akan menjadi prioritas BAN-SM. Sebab, jika sampai akhir tahun ajaran mereka tidak memiliki sertifikat akreditasi, kami khawatir alumnus sekolah tersebut akan bermasalah,” cetusnya.

Menjelang pelaksanaan akreditasi, Suwira berharap pengawas sekolah ikut berperan aktif dalam sosialisasi mekanisme pelaksanaan akreditasi dengan paradigma baru.” Untuk mempermudah pelaksanaan sosialisasi, dia akan menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi/ kabupaten, kota, Kemenag serta lembaga lainnya.

Dia berharap melalui sosialisasi tersebut semua pihak memahami arti penting pelaksanaan akreditasi, baik bagi sekolah maupun bagi instansi yang menaungi. ”Kami berharap otomasi akreditasi lebih banyak. Dengan demikian biaya bisa ditekan,” lugasnya.

Ketua APSI Provinsi Bali, Ngakan Putu Suarjana, sebagai narasumber, menyambut gembira sosialisasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-SM Bali ini. Menurutnya, langkah tersebut sangat tepat, mengingat pengawas sekolah merupakan sosok yang bersentuhan langsung dengan sekolah.

”Kami memberi apresiasi atas kegiatan ini. Mudah-mudahan seluruh pengawas sekolah/madrasah di Bali mampu memberi kontribusi pada upaya peningkatan kualitas pelaksanaan akreditasi sekolah/ madrasah tahun ini,” pinta Suarjana. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.