Penelokan-Penglipuran masih Jadi Primadona di Bangli

  • Whatsapp
KAWASAN objek wisata Kintamani yakni di Penelokan dan Desa Wisata Penglipuran masih jadi primadona wisatawan lokal menikmati libur Umanis Galungan, Kamis (15/4/2021). Foto: ist
KAWASAN objek wisata Kintamani yakni di Penelokan dan Desa Wisata Penglipuran masih jadi primadona wisatawan lokal menikmati libur Umanis Galungan, Kamis (15/4/2021). Foto: ist

BANGLI – Kawasan objek wisata Kintamani yakni di Penelokan dan Desa Wisata Penglipuran masih jadi primadona wisatawan lokal menikmati libur Umanis Galungan, Kamis (15/4/2021). Kendaraan roda dua maupun roda empat sejak pagi mulai berdatangan.

Pantauan di Penelokan pada pukul 13.00, situasi di anjungan Penelokan tidak begitu ramai. Pengunjung kebanyakan menuju kedai kopi yang berjejer di tepi jurang di sepanjang Desa Batur, dan sebagian memilih turun ke kawasan Toya Bungkah yang tidak dipungut retribusi.

Bacaan Lainnya

Destinasi wisata Bukit Cemeng, Lingkungan Sidembunut, Kelurahan Cempaga; dan air terjun Tukad Cepung di Desa Tembuku, Tibumana di Desa Apuan, Kecamatan Susut juga mulai ramai dikunjungi. Satu lagi yang masih jadi idola pelancong yakni Desa Wisata Penglipuran. Para pengunjung diingatkan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pengelola Desa Wisata Penglipuran, I Nengah Moneng, menuturkan, pengunjung masih didominasi tamu domestik dan warga lokal, hanya segelintir warga negara asing. Mulai pukul 08.00 wisatawan memadati desa asri tersebut hingga pukul 18.00.

Untuk pengawasan penerapan protokol kesehatan, jelasnya, pengelola bersama Satgas Desa Adat berbagi tugas menyebar mulai dari pintu masuk hingga rumah penduduk. Mereka berkeliling mengingatkan pengunjung yang tembus sampai 2.000 orang agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga :  Kebiasaan Penerapan 3M Jadi Kunci Tekan Penyebaran Corona

Meski pengunjung lumayan banyak, dia berujar petugas masih bisa melakukan pengawasan, termasuk pecalang yang bertugas juga ditingkatkan jumlahnya. Pengunjung langsung dicek suhu tubuh sebelum diizinkan masuk.

“Kami hanya mengecek suhu tubuh, mereka pakai masker sudah cukup. Kalau tidak bawa masker, petugas memberikan masker,“ jelasnya.

Sejak Penglipuran mulai dibuka, ulasnya, setiap hari rata-rata pengunjung 100 orang lebih. Warung-warung di rumah penduduk juga ikut dibuka. Hanya, dia mengakui perputaran ekonomi di masyarakat belum signifikan dibanding sebelum pandemi, karena pengunjung jarang berbelanja ke rumah-rumah  penduduk.

Yang dia syukuri wisatawan datang silih berganti, sehingga tidak menimbulkan banyak kerumunan “Banyak yang datang untuk sekedar berwisata menikmati suasana sambil berfoto saja,“ katanya.

Di lokasi terpisah, Ketua Pokdarwis Bukit Cemeng, I Wayan Wiwin, menuturkan, objek wisata itu dibuka setelah hampir dua tahun ditutup. Untuk Umanis Galungan kemarin, pengunjung baru sekitar 100 orang. Sementara pada hari Sabtu dan Minggu hanya 40 orang, itu juga bergantung cuaca. “Baru sebatas sukarela punia, ” ucapnya saat ditanya kontribusi dari pengunjung. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.