DENPASAR – Rapat perdana “kabinet” DPD Partai Golkar Bali di era Nyoman Sugawa Korry sebagai Ketua DPD, dilangsungkan secara virtual, Rabu (29/4/2020). Dari sejumlah isu yang dibahas kali pertama melalui media daring itu, rencana aksi penanganan Covid-19 menjadi topik yang paling hangat dibincangkan. Hal itu dikatakan Sekretaris DPD, Made Dauh Wijana, melalui pesan Whatsapp.
Menurut Dauh, rapat tersebut diikuti para pengurus harian setelah keluarnya SK DPP Partai Golkar tentang “kabinet” DPD Partai Golkar hasil Musda pada Februari lalu. Yang dibahas, sebutnya, antara lain tentang pembentukan badan hukum dan HAM. Revisi tim Pilkada Serentak 2020 yang disesuaikan dengan struktur yang baru juga masuk daftar diskusi. Hal lainnya, sambung Dauh, yakni penyampaian tentang pengurus Dewan Pertimbangan hasil pembahasan Tim Formatur dengan Ketua Dewan Pertimbangan. “Yang terakhir ya membahas tentang rencana aksi Partai Golkar dalam penanganan Covid-19 ini,” jelasnya.
Meski rapat secara virtual, Dauh memuji kolega partainya yang tetap semangat dan antusias berdiskusi. Indikatornya, kata dia, yakni mereka semua aktif memberi masukan dan apresiasi dengan gerakan dan kinerja partai. “Tentunya gerakan partai dijalankan lewat kader dan fraksi di DPRD,” cetusnya.
Sugawa Korry yang dihubungi terpisah berkata hal senada. Konsolidasi partai itu, terangnya, juga terkait persiapan musda di DPD kabupaten/kota yang pengurusnya berstatus Plt. Kemudian, sambungnya, juga mendiskusikan penetapan Dewan Pertimbangan Partai, AMPG, KPPG, dan Bakumham. “Juga mengevaluasi pelaksanaan tugas Satgas Covid-19 provinsi dan kabupaten/kota,” katanya singkat. hen