Pena 98, Pospera dan KNPI Bali Dirikan Dapur Umum, Bagikan 500 Nasi Bungkus Tiap Hari

  • Whatsapp
PENA 98, DPD Pospera Bali dan DPD KNPI Bali menginisiasi aksi kemanusiaan dengan mendirikan posko kemanusiaan di Warung Bencingah Gede Puputan Denpasar. Foto: ist
PENA 98, DPD Pospera Bali dan DPD KNPI Bali menginisiasi aksi kemanusiaan dengan mendirikan posko kemanusiaan di Warung Bencingah Gede Puputan Denpasar. Foto: ist

DENPASAR – Pena 98 (Perhimpunan Nasional Aktivis 1998),  DPD Pospera Bali dan DPD KNPI Bali menginisiasi aksi kemanusiaan dengan mendirikan posko kemanusiaan di Warung Bencingah Gede Puputan Denpasar, berupa dapur umum dan logistik Covid-19.  Dapur umum ini dibuka paling tidak selama sebulan dengan target setiap harinya menyalurkan nasi bungkus untuk 500 penerima setiap harinya.

‘’Gotong-royong adalah jalan keluar untuk berdamai dengan Covid-19 sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo. Jadi posko kemanusiaan dapur umum dan logistik Covid-19 ini kami jalankan dengan spirit gotong-royong,’’ kata Ketua Umum Pospera Bali, Kadek Agus Ekanata usai pembukaan dapur umum ini, Minggu (17/5).

Bacaan Lainnya

Pospera Bali melihat wabah Covid-19 yang sudah berlangsung hampir tiga bulan ini jelas terasa dampaknya pada semua sektor kehidupan masyarakat. Bukan hanya bagi para pekerja formal, tetapi lebih terasa lagi para pekerja infomal, UMKM, pengusaha kecil, dan mahasiswa perantauan di Bali.

Secara ekonomi wabah ini secara nyata menurunkan perputaran ekonomi, akibat berhentinya aktivitas produksi, perdagangan barang dan jasa, distribusi, dalam skala yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Pelambatan ekonomi ini menyebabkan naiknya angka pengangguran terbuka (dari yang semula tertutup), seperti pada buruh sektor pariwisata, kerajinan, garmen, jasa transportasi, dll.

Baca juga :  Toyota Thailand Open 2021: Gregoria Siap Hadapi Rangking Satu Dunia

Hal yang sama juga dirasakan kalangan mahasiswa. Sebagian mahasiswa (khususnya mahasiswa dari luar daerah) mengalami kesulitan pendanaan untuk biaya hidup sehari-hari, akibat para orang tua juga dirumahkan atau malah kehilangan pekerjaan. Semua kondisi ini tentu saja, secara sosiologis berpotensi menimbulkan kerawanan sosial dan dalam tingkat tertentu dapat menjadi gangguan keamanan.  ‘’Mengamati kondisi di atas dan tergerak untuk berpartisipasi mengurangi sebagian beban pengeluaran masyarakat,’’ ujar  Agus Ekanata.

Hal senada juga ditekankan Ketua Umum KNPI Provinsi Bali, Nyoman Gede Antaguna (Mangde). Masyarakat harus saling mendukung dan peduli dengan lingkungan terdekatnya. Hanya dengan semangat gotong-royong, menyama braya atas dasar kemanusiaan dampak sosial wabah ini akan dapat dikurangi.

Posko kemanusiaan di Warung Bencingah Gede Puputan Denpasar, berupa dapur umum dan logistik Covid-19 menggandeng elemen masyarakat di Denpasar, antara lain BEM FH Universitas Udayana, komunitas mahasiswa Timor Universitas Warmadewa, komunitas mahasiswa Papua Universitas Warmadewa, PSN (Pindadita Sanggraha Nusantara menaungi para pemangku pura di Kota Denpasar), Ikatan Keluarga Maluku Bali, Ikawangi (Ikatan Keluarga Banyuwangi), dan komunitas warga Timor di Denpasar.

Elman Berkathon Bolla, mmahasiswa FISIP Univ. Warmadewa asal Kupang, merasakan betapa wabah Covid-19 ini membuat keluarganya di kampung asal harus lebih berhemat dan 135 orang mahasiswa rantauan asal NTT dan Papua di Universitas Warmadewa merasa sangat terbantu dengan kehadiran pogram dapur umum yang digagas Pena 98, DPD Pospera serta DPD KNPI BALI. ‘’Kami siap mendukung dan berkontribusi aktif dalam kegiatan dapur umum baik sejak proses awal sampai penyerahan bantuan ke masing masing penerima. Ini sangat membantu mengurangi kesenjangan di masa Covid-19,’’ imbuhnya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.