Pemutakhiran Indeks Desa Membangun 2022

NI Kadek Sinarwati. foto: dok

Oleh Ni Kadek Sinarwati
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha

DIREKTORAT Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa, Pembagunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia pada tanggal 1 Maret 2022, mengeluarkan surat Nomor: 7/PRC.01.03/III/2022, tentang pemutakhiran Indek Desa Membangun 2022.

Bacaan Lainnya

Surat ditujukan kepada Para Gubernur, Kepala Dinas PMD Provinsi, Kepala Bappeda Provinsi, Bupati/Walikota, Kepala Dinas PMD Kabupaten/Kota, Kepala Bappeda Kabupaten/walikota, Kepala Desa dan Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) di seluruh Indonesia.

Tulisan ini menyajikan tentang apa yang dimaksud Pemutakhiran Indeks Desa Membangun (IDM), mengapa perlu dilakukan pemutakhiran IDM, kapan batas waktu pelaksanaan, dimana pelaksanaan, siapa yang melaksanakan dan bagaimana cara melakukan pemutakhiran data IDM.

Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan Indeks Komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks, yaitu Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi/Lingkungan.

Indeks Desa Membangun memotret perkembangan kemandirian Desa berdasarkan implementasi Undang-Undang Desa dengan dukungan Dana Desa serta Pendamping Desa.

Pemutakhiran IDM merupakan upaya menghasilkan data IDM terbaru yang merupakan gabungan Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi danIndeks Ketahanan Ekologi/Lingkungan terkini.

Baca juga :  Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Desa Diaktifkan Kembali

Pemutakhiran IDM merupakan bagian dari strategi pencapaian sasaran pembangunan perdesaan yakni mengentaskan 10.000 desa tertinggal dan mewujudkan paling sedikit 5.000 desa mandiri pada tahun 2024 (Sugito, 2022).

Pemutakhiran IDM sangat penting dilakukan karena: 1) pemutakhiran IDM menghasilkan perubahan skor dan status IDM bagi desa yang berguna untuk mengetahui laju proses capaian pembangunan untuk mewujudkan SDGs desa, 2) skor dan satus IDM merupakan salah satu kriteria penentuan alokasi dana desa.

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 190/PMK.07/2021 Tentang Pengelolaan Dana Desa, Bab IV Tentang Alokasi, pasal 9 point (8) huruf d. 3) Hasil pemutakhiran IDM akan digunakan sebagai salah satu acuan perencanaan pembangunan Desa dan Perdesaan bagi Pemerintah Desa, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Kementerian/Lembaga.

Kapan batas waktu pelaksanaan pemutakhiran IDM?, mengacu surat Nomor: 7/PRC.01.03/III/2022, dimulai sejak tanggal 1 Maret sampai dengan 30 Juni 2022.

Pemutakhiran IDM melibatkan beberapa pihak diantaranya Kepala Desa Bersama Pendamping Lokal Desa, Pendamping Desa Kecamatan, Pendamping Kabupaten (TA Kabupaten), Tenaga ahli/TA Provinsi, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dan Satuan Kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).

Pelaksanaan pemutakhiran IDM dimulai dengan mempelajari dengan seksama manual book Indeks Desa Membangun 2022, Standar Operasional Prosedur Indeks Desa Membangun 2022, dokumen tersebut dapat diunduh pada laman https://idm.kemendesa.go.id. Prosedur teknis pelaksanaan pemutakhiran IDM telah tersedia secara lengkap pada kedua dokumen tersebut.

Baca juga :  Jelang Penerapan PKM, Denpasar Mulai Lakukan Pengetatan Wilayah

Selamat memutakhirkan IDM kepada Pemerintah Desa dan seluruh pemangku kepentingan, semoga proses pemutakhiran berjalan lancar demi menuju desa mandiri. Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Bali segera Terwujud. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.