Oleh Made Nariana
BAGI masyarakat Bali yang memiliki pikiran positif, pastilah optimistis, bahwa pemulihan pariwisata dan ekonomi Bali akan segera terwujud. Semoga!.
Mulai 7 Maret 2022, pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi Bali, membebaskan turis asing dari karantina. Mereka langsung dapat tour (melakukan perjalanan wisata) begitu sampai di Bali. Namun syaratnya, mereka sudah bebas covid19 setiba di Bali.
Pertemuan antara otoritas pusat dengan otoritas Bali tanggal 4 Maret 2022 memutuskan persoalan itu. Tentu saja keputusan itu dilihat dari berbagai usulan, terutama usulan dari Bali yang dikordinasikan Gubernur Wayan Koster. Memang sejak lama kalangan industri pariwisata mendesak, agar turis yang ingin ke Bali diberikan toleransi. Yang penting, mereka sudah bebas covid.
Dengan melakukan isolasi (karantina) sampai seminggu atau katakanlah tiga hari, tentu akan menghambat kedatangan turis ke Bali.
Kalau memang mereka tidak ada indikasi covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan pihak terkait, mengapa harus dikarantina lagi?. Itulah pertanyaan orang awam, yang mesti dicarikan jalan keluar sehingga Bali tidak lama menderita. Kebetulan juga sudah banyak orang asing kangen dengan Bali, dan siap melancong kembali ke daerah kita.
Kemudahan yang diberikan pusat merupakan perjuangan siang-malam yang dilakukan Gubernur Bali bersama seluruh komponen masyarakat lainnya.
Sudah lama industri pariwisata dan kalangan lain yang terkait dengan dunia pariwisata mendesak pemerintah pusat melalui Gubernur Bali, supaya Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN/turis) yang masuk Bali jangan dipersulit. Alasannya sejumlah negara juga melakukan hal serupa!
Kesabaran masyarakat kini mulai terjawab. Hanya syaratnya, masyarakat Bali harus tetap disiplin melakukan protokol kesehatan (prokes) menghadapi wabah covid-19 ini – yang muncul dengan varian baru. Semua tidak boleh lengah.
Bali sudah memenuhi syarat dalam melakukan vaksin pertama dan kedua. Kini tinggal vaksin ketiga. Masyarakat harus segera melakukan vaksin booster sehingga kekebalan tubuh semakin baik menghadapi wabah dunia ini.
Seluruh komponen masyarakat Bali dari yowana (remaja) tingkat banjar sampai komponen pejabat di tingkat provinsi sepatutnya memberikan contoh terbaik buat masyarakat dalam menjalankan instruksi, saran dan harapan pemerintah. Kalangan TNI/Polri sangat berperan besar dalam persoalan ini. Berhenti saling curiga mencurigai. Tidak akan ada pemerintah menyengsarakan rakyatnya.
Indikasi mulai pulihnya ekonomi masyarakat Bali sudah di depan mata. Cobaan alam yang dirasakan sejak dua tahun lalu, hendaknya dipakai mawas diri. Tidak ada yang merasa benar sendiri. Wabah ini, cobaan alam yang dirasakan seluruh dunia. Covid-19 tidak mengenal jabatan. Semua bisa kena, dari prajurit sampai jendral sekalipun.
Untuk menjaga Bali ke depan, setelah diberlakukan kebijakan baru terhadap PPLN, masyarakat harus bersatu padu. Pemerintah Bali berjanji menyiapkan vaksin dan tenaga kesehatan yang diperlukan. Rakyat dari berbagai kalangan, komunitas, banjar, desa, kecamatan , laki-perempuan, TNI/Polri, partai politik termasuk media massa ikut berpartisipasi mempercepat vaksin booster bagi mereka yang wajib vaksin.
Kerja cepat, kerja keras kerja iklas, kerja tuntas dengan disiplin tinggi akan mempercepat pulihnya ekonomi Bali. Jika turis mulai berdatangan, ekonomi akan bergerak dan mulai membaik. Di balik itu, masyarakat Bali tetap menjaga alamnya, manusianya dan budaya/adat istiadat dan agamanya.
Alam, Manusia dan Budaya (dalam berbagai aspek kehidupan) – modal utama Bali sehingga tetap terkenal dan dikenal seluruh dunia.
Astungkara, jika Bali selalu tindih dengan kearifan lokalnya akan tetap maju di masa mendatang. Semua potensi tersebut sudah diwariskan para leluhur kita sejak ratusan tahun. (*)























