Pemuka Agama Harus Hadir Cegah Peredaran Narkoba

  • Whatsapp
KEPALA BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, menyematkan tanda peserta pengembangan kapasitas P4GN (workshop) di lingkungan masyarakat yang diikuti para tokoh agama dan masyarakat di Kota Denpasar. Foto: ist
KEPALA BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, menyematkan tanda peserta pengembangan kapasitas P4GN (workshop) di lingkungan masyarakat yang diikuti para tokoh agama dan masyarakat di Kota Denpasar. Foto: ist

DENPASAR – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, SH., mengatakan, pemuka agama harus hadir melakukan pencegahan peredaran narkotika atau obat terlarang di masyarakat.

‘’Sebagai orang yang dijadikan panutan, tokoh agama tentunya dapat menjadi media informasi mengenai bahaya narkoba, apakah itu melalui upacara agama, ceramah keagamaan, forum pertemuan serta berbagai aktivitas keagamaan lainnya,’’ ujar Suastawa.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan pada pengembangan kapasitas P4GN (workshop) di lingkungan masyarakat di Sanur, Selasa (6/10/2020). Kegiatan diikuti 20 orang perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kota Denpasar.

Lebih lanjut dikatakan Suastawa, pemuka agama sebagai publik figur umat beragama haruslah mampu  menjadi agen perubahan di tengah-tengah masyarakat dengan menjalankan fungsinya sebagai penyuluh, fasilitator, mediator, penjangkau, dan melakukan deteksi dini serta menjadi pendamping bagi korban penyalahgunakan narkotika minimal di lingkungan terdekat mereka sendiri. Pemuka agama di masyarakat adalah orang-orang yang mempunyai peranan penting serta memiliki kedekatan dengan masyarakat.

‘’Karena itu, figur pemuka agama sangat dipandang oleh masyarakat kita, sudah tentu dalam memberikan informasi akan bahaya penyalahgunaan narkoba penyampaian informasi tersebut sangat didengarkan oleh pengikut dan umat agama masing-masing,’’ katanya.

Baca juga :  Menuju Zona Aman Covid-19, Simak Langkah Penting Berikut Ini

Suastawa didampingi kepala BNN Kota Denpasar AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.IP, MM., menambahkan, berdasarkan hasi survei yang dilakukan oleh Deputi Bidang Pencegahan BNN RI tahun 2019 ditemukan data bahwa sebanyak 78 persen responden masyarakat yang menjadi responden mengatakan bahwa pemuka agama berpengaruh sangat besar dalam membentuk karakter umat agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba. ‘’Oleh karena itu, BNN mengadakan kegiatan menggandeng pemuka agama dan tokoh masyarakat terkait untuk menjadi perpanjangan tangan BNN,’’ sebutnya.

Kegiatan juga menghadirkan sebagai narasumber pendamping, Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Kota Denpasar, serta praktisi Komunikasi dari Universitas I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.