TABANAN – Pemkab Tabanan menggelar upacara nangluk merana, di Pura Luhur Pekendungan, Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Jumat (23/12/2022). Upacara tersebut sebagai salah satu upaya untuk mohon keselamatan dan kerahayuan jagat dari hal-hal negatif, terutama dalam menghalau hama dan bencana yang terjadi selama ini.
Upacara nangluk merana merupakan agenda rutin yang diselenggarakan Pemkab Tabanan pada Sasih Kanem. Pada Sasih Kanem merupakan musim pancaroba, yakni peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, yang biasanya akan berdampak terhadap kondisi alam.
Dengan upacara tersebut, diharapkan dapat memberikan keselamatan lahir dan batin bagi alam semesta beserta isinya, sehingga berujung dengan hasil pertanian dan perkebunan yang berlimpah.
Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Tabanan, I Made Edi Wirawan, para asisten dan OPD terkait, Majelis Madya Tabanan, camat se-Kabupaten Tabanan, perbekel dan bandesa adat setempat, serta ratusan ASN dan masyarakat.
Sebagai wujud syukur kehadapan Hyang Baruna, Wabup Edi beserta jajaran dan masyarakat melaksanakan persembahyangan bersama dengan khidmat, yang dipimpin oleh sulinggih pura setempat.
Edi yang membacakan sambutan Bupati Tabanan, mengatakan bahwa Pemkab Tabanan melalui dinas kebudayaan secara rutin melaksanakan kegiatan nangluk merana di Pura Luhur Pekendungan. Selain itu, Pemkab Tabanan juga mengalokasikan dana untuk melaksanakan upacara pengaci dan pekelem di 61 Pura Penyiwian Subak.
“Kegiatan upacara ini sangat saya dukung dan apresiasi, karena ini sangat selaras dengan visi Kabupaten Tabanan, yaitu ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Salah satu prioritas adalah penguatan pembangunan bidang adat-istiadat, agama, seni, tradisi, dan budaya,’’ ujarnya.
Edi juga berharap, pelaksanaan upacara nangluk merana ini agar tetap dilaksanakan dan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya krama subak sebagai bentuk sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Hal itu pun dalam rangka mewujudkan keharmonisan hubungan manusia dengan alam semesta, sehingga apa yang jadi tujuan dalam upacara tersebut bisa tercapai dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. gap























