TABANAN – Bupati Tabanan yang diwakili Sekda I Gede Susila menerima exit meeting Tim Pemeriksaan Pendahuluan BPK RI Perwakilan Provinsi Bali, terkait percepatan dan perluasan digitalisasi daerah dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Tabanan, Kamis (13/10/2022). Salah satu kegiatan tersebut, katanya, difokuskan untuk mengetahui efektivitas upaya Pemkab Tabanan terkait percepatan dan perluasan digitalisasi daerah.
Bupati Tabanan pun mengapresiasi jajaran Tim Pemeriksa Kinerja BPK RI Perwakilan Bali, yang telah selesai melakukan pemeriksaan pendahuluan di Kabupaten Tabanan selama dua puluh satu hari hingga 12 Oktober 2022.
“Walaupun Tim Pemeriksa BPK RI Perwakilan Bali akan exit, kami mohon kepada tim agar tetap memberikan bimbingan dan masukan kepada jajaran Pemkab Tabanan, khususnya yang terkait percepatan dan perluasan digitalisasi daerah,’’ pinta Susila.
Selain itu, sejalan dengan arahan Presiden RI untuk percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, maka setiap daerah harus mengimplementasikan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Pemkab Tabanan harus siap dengan hal itu, serta menyadari masih terdapat kekurangan yang perlu mendapatkan perbaikan intuk selanjutnya.
‘’Melalui pemeriksaan kinerja pendahuluan ini, kami berharap telah diidentifikasi permasalahan-permasalahan yang ada, agar dapat dijadikan ruang lingkup rencana pemeriksaan selanjutnya,’’ imbuh Susila.
Sementara dari Tim Pemeriksa BPK RI melalui Luh Made Putri Parwati, juga mengapresiasi atas kerja sama dan dukungan yang ditunjukkan jajaran OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, yang dinilai sangat baik dan lancar memberikan informasi kepada tim pemeriksa. ‘’Kami juga mengapresiasi capaian-capaian positif yang telah dilakukan jajaran Pemkab Tabanan,’’ ujarnya.
Capaian dimaksud, kata Putri Parwati, antara lain telah dibentuk tim percepatan dan perluasan, telah melakukan kerja sama dengan Bank RKUD dalam pengembangan digitalisasi, transaksi belanja daerah dan pembayaran pajak seluruhnya telah terelektronifikasi. Selain itu, juga telah menyusun roadmap TP2DD.
‘’Namun, dari capaian tersebut masih ada beberapa hal yang perlu untuk lebih dioptimalkan dalam mendukung percepatan dan perluasan digitalisasi tersebut,’’ tegas Putri Parwati. gap























