GIANYAR – menguatkan intervensi stunting di Gianyar, Pemkab Gianyar melaksanakan pertemuan pembentukan dan evaluasi jejaring stunting, Senin (27/2/2023). Pertemuan di Puskesmas Blahbatuh II itu dihadiri OPD, RS pemerintah, BPJS, RS swasta, serta UPTD puskesmas di lingkungan Pemkab Gianyar.
Dibuka Plt. Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, pertemuan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan, Bappeda dan Litbang, dan Dinas DP3AP2KB Kabupaten Gianyar.
Made Guna Ambara selaku Kabid PPM dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan Kabupaten Gianyar, mengatakan, Perpres/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting menargetkan penurunan stunting 14 persen tahun 2024.
Karena itu, pemerintah daerah terus didorong menyukseskan program nasional penurunan stunting. “Ini merupakan acuan pemerintah daerah maupun kabupaten dan pemerintah desa dalam percepatan menurunkan stunting,” jelasnya.
Kebijakan penganggaran penurunan stunting, sebutnya, dilaksanakan melalui 8 aksi konvergensi yang didukung komitmen berbagai pihak. Komitmen pimpinan dan penanganan yang berkesinambungan menjadi dasar dalam penurunan angka stunting.
Kepala Dinas P3AP2KB, Cokorda Gede Bagus Lesmana Trisnu, menambahkan, stunting merupakan salah satu momok yang dihadapi hampir di seluruh dunia. Maka dari itu, guna memastikan seluruh intervensi penurunan stunting sampai ke target sasaran, perlu dukungan dari berbagai stakeholder terkait dan kolaborasi pelbagai program yang ada. “Kami harap semuanya bisa bersama-sama menyukseskan program ini, dan menyukseskan program Indonesia Emas 2045,” ajaknya.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, menguraikan, berdasarkan arah kebijakan RPJMN 2020-2024, menangani stunting menjadi salah satu prioritas Pemkab Gianyar. Prevalensi stunting tahun 2013 yang mencapai 40,9 persen menjadi 5,1 persen pada tahun 2021, tapi tahun 2022 kembali naik 1,2 persen menjadi 6,3 persen.
Meski ada kenaikan, dia menyebut Kabupaten Gianyar merupakan salah satu kabupaten yang pencapaian prevalensi stunting terendah. “Di Indonesia, Bali menjadi provinsi prevalensi stunting terendah, dan mendapat apresiasi,” bebernya.
Dengan adanya pembentukan dan evaluasi jejaring stunting, dia berharap semua pihak terkait dapat bersama melakukan aksi dan intervensi percepatan penurunan stunting sedini mungkin.
“Melalui jejaring stunting akan terbentuk pola pencegahan dan tata laksana stunting. Jadi, permasalahan stunting bisa terselesaikan dan Kabupaten Gianyar terlahir dengan generasi sehat, cerdas dan berdaya saing,” pintanya. adi























