Pemerintah Diharap Tidak Hilangkan Pekerjaan Petani Arak

  • Whatsapp
WABUP Kasta meninjau proses produksi petani arak tradisional di Desa Besan Kanginan, Kecamatan Dawan, Jumat (20/11/2020). Foto: ist
WABUP Kasta meninjau proses produksi petani arak tradisional di Desa Besan Kanginan, Kecamatan Dawan, Jumat (20/11/2020). Foto: ist

KLUNGKUNG – Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta, meninjau proses produksi petani arak tradisional, Ni Nengah Puspawati (32), di Desa Besan Kanginan, Kecamatan Dawan, Jumat (20/11/2020). Kedatangan Kasta untuk memberi rasa semangat kepada petani arak yang tekun berproduksi selama 17 tahun terakhir.

“Tetap jaga semangat yang tinggi meskipun ada Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang larangan minuman beralkohol (mikol). Semoga pemerintah pusat masih bisa memberi kebijakan agar masyarakat tidak kehilangan pekerjaan,” ujarnya didampingi Camat Dawan, Dewa Widiantara.

Bacaan Lainnya

Kasta juga mengaku prihatin setelah melihat alat-alat produksi yang semuanya memakai bahan-bahan tradisional, seperti kayu bakar dan kompor khas di Bali yakni jalikan. Sekali lagi dia minta pemerintah pusat bisa benar-benar memberi solusi terbaik, agar petani arak tidak sampai kehilangan mata pencaharian yang selama ini menjadi pekerjaan utama.

Puspawati menuturkan, proses produksi araknya itu berjalan selama 17 tahun. Selama satu hari dia bisa menghasilkan lima botol, dengan harga yang kandungan alkoholnya 15 persen Rp15 ribu, sedangkan yang 20 persen seharga Rp20 ribu. Para pelanggannya tidak hanya dari daerah Klungkung, tapi ada yang dari Tampaksiring (Gianyar), Sanur (Denpasar) hingga Tabanan. Produksi arak tradisional ini memang jadi pekerjaan utama, selain keseharian membuat canang atau proyek bangunan.

Baca juga :  IDI Denpasar Sebut Pelaksanaan PKM Sudah Tepat

Setelah mengetahui informasi belakangan tentang RUU Minol, dia sangat berharap pemerintah bisa memberi kebijaksanaan agar dia tidak kehilangan mata pencaharian sehari-hari. Apalagi situasi saat ini masih pandemi Covid-19. “Semoga pemerintah pusat bisa memberi solusi agar kami tidak kehilangan mata pencaharian sehari-hari,” harap ibu dua anak ini. 022

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.