Pemahaman Masyarakat Minim, OJK-BI Diminta Gencar Sosialisasikan Inklusi Keuangan Digital

GUBERNUR NTB, Zulkieflimansyah, saat menjadi keynote speaker Talkshow on Strategic Issues in G20: “Digital Literacy to Optimize Financial Inclusion”, Selasa (23/8/2022). Foto: ist

MATARAM – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk lebih gencar mensosialisasikan inklusi keuangan digital kepada masyarakat luas di Nusa Tenggara Barat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Zulkieflimansyah, saat menjadi keynote speaker pada acara Talkshow on Strategic Issues in G20: “Digital Literacy to Optimize Financial Inclusion”, di Hotel Prime Park Mataram, Selasa (23/8/2022).

Read More

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan, bahwa mensosialisasikan inklusi keuangan digital kepada masyarakat merupakan tantangan yang sangat berat bagi OJK dan BI. Hal tersebut dikarenakan masih minimnya pemahaman literasi finansial masyarakat.

“Oleh karena itu kami berharap OJK dan Bank Indonesia itu menghampiri karena mengubah mental yang seperti ini tidak sederhana. Datangi pondok pesantren, datangi organisasi kepemudaan, sosialisasikan ke pondok pesantren. Kalau di Amerika terkenal dengan permainan monopoli sudah tahu apa itu inclusion,” tutur Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia di NTB, Heru Saptaji, mengatakan, bahwa kondisi perekonomian di NTB relatif masih berlangsung baik.

“Awal 2022 kita tumbuh 7,3 persen dan berkurang k ke 5,99 persen sehingga overall di tahun 2022 ini kita masih optimis mampu mencapai pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,4 hingga 7,2 persen,” tuturnya.

Kondisi demikian, lanjut Heru, juga ditopang oleh study intra sistem keuangan yang solid dan terjaga dengan baik. Pertumbuhan dari pihak ketiga mencapai 13,71 persen, pertumbuhan tertitik 6,05 persen dengan MPL 1,67 persen dan laba 10,67 persen.

‘’Tentunya kondisi ini dibantu juga dengan sistem pembayaran yang memang memberikan nilai positif khususnya sistem pembayaran nontunai yang meningkat secara signifikan dan rata-rata kalau kita melihat bahwa arah kebutuhan produk di Provinsi NTB, terus bisa tertata dengan baik,’’jelasnya. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.