Peluang Rai Iswara Lawan PDIP Bergantung Garis Tangan

AA Ngurah Rai Iswara saat diwawancara awak media. Foto: Ist
AA Ngurah Rai Iswara saat diwawancara awak media. Foto: Ist

DENPASAR – Menjadi salah satu kandidat kuat dilamar Partai Golkar untuk Pilkada 2020, Sekda Kota Denpasar, AA Ngurah Rai Iswara, mencoba tetap membumi. Dia tidak mau mengusik survei popularitas dan elektabilitas yang digarap Partai Golkar dengan komentarnya. Pun berkelit ditanya peluang menjadi lawan IGN Jaya Negara yang diusung PDIP. “Saya tidak dalam kapasitas (siap diusung Golkar) seperti itu hadir di sini. Saya diperintah Pak Walikota untuk mewakili,” cetusnya ketika dicegat usai menghadiri donor darah di DPD Partai Golkar Bali, Minggu (12/7/2020).

Membahas Pilkada Denpasar, dia mengajak agar memberi kesempatan parpol berpikir tenang dan cerdas, dalam menginventarisir siapa yang pantas diusung untuk pimpinan wilayah. Kata dia, sekarang momentum kecerdasan intelektual parpol untuk mengkalkulasi Denpasar mau dibawa ke mana lima tahun ke depan. Juga mengidentifikasi syarat-syarat tarung di pilkada. “Rentang waktu sekarang ini kewenangan parpol, mari sabar menunggu tokoh yang pantas diusung,” cetusnya.

Bacaan Lainnya

Mengenai pernyataannya saat sambutan yang ingin “mematenkan reuni dengan tetap bersama Golkar”, dia mengklaim semua pihak memang diajak kerjasama dalam menangani Covid-19. Termasuk para kader dan petinggi Golkar di Denpasar. “Lho semua itu bersama kita dalam rangka menangani Covid-19. Perintah Walikota mengajak rakyat menangani Covid sebaik-baiknya, termasuk rekan pers. Pers bisa memberi masukan ke parpol mau dibawa ke mana Denpasar ini,” kelitnya.

Ditanya kesiapan dilamar Golkar, Iswara mendaku sejak 1981 menjadi ASN dia selalu siap mengabdikan diri ke masyarakat. Mulai dari sekretaris lurah sampai kini menjabat Sekda Denpasar selama 11,5 tahun. “Saya selalu siap mengabdi,” cetusnya diplomatis. “Kita beri kesempatan semua, Golkar, Demokrat, termasuk PDIP, silakan berlomba (melamar) karena secara formal belum ada,” imbuhnya.

Lebih jauh dia mengaku tidak mau ikut campur survei yang dilakukan Golkar, karena itu sepenuhnya kewenangan parpol. Pun tidak mau mengganggu dengan mengklaim dia terbaik di antara tokoh yang disurvei. Sebab, yang mengatakan terbaik itu parpol, bukan diri sendiri. Sekarang sebagai Sekda dia loyal kepada Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota IGN Jaya Negara.

Siap menjadi rival Jaya Negara yang diusung PDIP? “Itu Tuhan yang menjawab,” sahutnya dengan nada hati-hati.

Bagi dia, jabatan itu ada tiga faktor yakni garis tangan atau takdir Tuhan, campur tangan (parpol dan masyarakat), dan tanda tangan. Siapa mengusung dan jadi apa, dia menikmati itu. Dia hadir di Golkar atas perintah Walikota sebagai langkah terbaik.

Iswara menolak disebut hanya intens komunikasi dengan Golkar, dengan alasan temannya di mana-mana. Dia mendaku dekat dengan Wayan Koster karena sesama pengurus Peradah, juga dekat dengan Putri Suastini Koster karena sama-sama baca puisi. “Di mana mana punya sahabat, kita beri kesempatan terbaik semua parpol, bergantung garis tangan,” pungkasnya seraya menuju mobil.

“Saya kasi bola tinggi, beliau yang nyemes,” celetuk AA Ngurah Agung yang berdiri di sebelah Iswara sambil memeluk Iswara. Agung merupakan kader Golkar yang melamar menjadi kandidat Walikota Denpasar. Dia sempat kecewa karena DPD Golkar Denpasar melobi Iswara dan IA Selly Fajarini sebagai kandidat, padahal kedua sosok itu tidak pernah mendaftar sebagai calon di Golkar. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses