Menanti “Cinta” Selly Mantra, Golkar Tegaskan Tidak Ada Pengkhianatan di Politik

WAYAN Mariyana Wandhira. Foto: gus hendra
WAYAN Mariyana Wandhira. Foto: gus hendra

DENPASAR – Partai Golkar menegaskan tidak menyerah mengejar IA Selly Fajarini atau Selly Mantra untuk dijadikan kandidat pada Pilkada Denpasar 2020. Meski Selly Mantra pernah berkata tidak ingin ikut masuk gelanggang saat ini, Golkar tetap menaruh harap. “Masih (berharap), masih jatuh cinta pandangan pertama,” kata Ketua DPD Partai Golkar Denpasar, Wayan Mariyana Wandhira, seraya tergelak, ditemui usai donor darah yang diadakan Golkar, Minggu (12/7/2020).

Adanya pernyataan Selly Mantra sebagai loyalis IGN Jaya Negara yang diusung PDIP, dan itu artinya tidak mau berkhianat secara politik, alis Wandhira terlihat mengernyit sebelum menjawab. Menurutnya, dalam politik tidak ada khianat-mengkhianati, karena politik itu momentum dan kesempatan, apakah mau diambil atau tidak. Jangankan dengan orang lain, dengan keluarga berseberangan politik juga hal biasa, karena politik dinamis

Bacaan Lainnya

“Mungkin menunggu momen untuk maju, untuk melangkah. Masih ada waktu ke depan. 85 persen kami masih berharap. (Apakah menjadi kandidat Walikota atau Wakil Walikota), nanti ada simuliasi calon 1 dan 2, atau 2 dan 1,” urai Wakil Ketua DPRD Denpasar itu.

Mengenai peluang AA Ngurah Rai Iswara bersedia dilamar Golkar jika Selly Mantra tidak mau dicalonkan, Wandhira bilang dalam perjuangan kontestasi Golkar berharap hasil maksimal dengan minimal pergerakan. Partainya menyiapkan tokoh yang mampu menggaet minat masyarakat untuk dipilih. Karena secara implisit keduanya ada keinginan maju tapi belum secara vulgar, sebutnya, tugas parpol menyiapkan pemain cadangan. “Calonnya tidak main-main dan melewati proses, harus populer, memiliki kemampuan di atas rata-rata, dan itu diperoleh dari survei,” ungkapnya.

Survei di Golkar, jelasnya, dilakukan tim independen dan dijamin tanpa pesanan atau semacam membuat kesenangan semu belaka. Jika surveinya “menyedihkan” sekalipun akan diterima karena ingin realita yang dicita-citakan. Singkat kata, survei memberi gambaran benar bagaimana mampu memberi peluang perlawanan menuju arah kemenangan.

“Kami siapkan kader yang laik tanding, itu kembali ke survei. Siapapun itu yang tertinggi pasti akan dimohonkan rekomendasi, dan DPP takkan merekomendasi kader atau tokoh yang surveinya tidak bagus,” tegas mantan atlet silat nasional ini.

Sejauh ini ada empat nama yang akan disurvei yakni AA Ngurah Agung, AA Manik Danendra, AA Rai Iswara, Selly Mantra, dan kemungkinan Wandhira juga. Khusus nama IB Sidharta yang sempat sowan ke Golkar, namanya bergantung kebijakan DPD Partai Golkar Bali apakah diikutkan survei atau tidak. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses