POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Banyak kegiatan olahraga yang dapat dimainkan oleh anak-anak sejak dini. Salah satu olahraga tersebut adalah tenis yang ternyata dapat dimainkan oleh anak sejak umur 5 tahun.
Dalam rangka menumbuhkan minat dan bakat anak usia dini agar gemar belajar tenis, Pengkot Pelti Denpasar menggelar sosialisasi tenis beginners red ball. Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 22, 24 dan 28 Desember 2025 bertempat di Lapangan Tenis Indoor GOR Kompyang Sujana.
Kegiatan sosialisasi dibuka secara resmi oleh Ketua KONI Kota Denpasar, I Putu Yudi Atmika, Senin (22/12/2025). Turut hadir Plt. Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Denpasar, I Made Yudi Karnanda.
Coach License ITF, I Ketut Dirga, mengatakan, red ball adalah bagian dari program tenis 10s (sebelumnya dikenal sebagai Mini Tennis) yang diakui oleh International Tennis Federation (ITF) atau Federasi Tenis Internasional dan diadopsi oleh Pelti untuk memperkenalkan tenis kepada anak-anak secara menyenangkan dan sesuai usia. Diakui, berdasarkan data base atlet tenis lapangan di Kota Denpasar saat ini sangat minim dan belum memiliki wadah untuk kaderisasi atlet tenis yunior pemula baik putra maupun putri.
Karenanya ia berharap, sosialisasi dapat sebagai media memperkenalkan tenis kepada pemain tingkat pemula usia dini, mengatur dan memberikan sesi tenis dalam lingkungan belajar yang menyenangkan dan efektif, menumbuhkan dan menjaring minat menjadi atlet tenis dari usia dini, serta melakukan pembinaan berkelanjutan kepada pemain tingkat pemula usia dini.
Peserta sosialisasi tenis beginners usia dini tahap pertama diikuti sebanyak 20 orang dari SDP Negeri Tulangampiang dan dua guru pendamping. Sosialisasi didampingi lima orang instruktur/coach termasuk 1 orang berlisensi coach ITF.
Pola sosialisasi atau pelatihan ini, sambung Dirga, dilakukan dengan metode belajar play & stay secara resmi dikampanyekan oleh ITF yang dirancang agar pemula bisa langsung melakukan serve, rally dan score (serve,reli dan poin) sejak sesi latihan pertama. Panduan belajar tenis dengan metode play & stay menggunakan modifikasi bola, raket dan ukuran lapangan.
‘’Dalam sosialisasi kali ini menggunakan red ball (bola merah) dengan bola lebih lambat, sehingga dapat memberikan kontrol lebih baik kepada pemain. Berbeda dengan metode tradisional yang fokus pada teknik pukulan yang sempurna dari sejak awal,’’ ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Dirga, kegiatan sosialisasi tenis beginners usia dini akan dilaksanakan secara berkelanjutan untuk dapat meningkatkan minat bakat dan prestasi dalam cabang olahraga tenis lapangan. Dan, pada Porsenijar Kota Denpasar tahun 2026, ia mengusulkan untuk dapat dipertandingkan dalam kategori eksibisi.
Ketua KONI Kota Denpasar, I Putu Yudi Atmika, mengapresiasi sosialisasi tenis beginners red ball yang digelar Pengkot Pelti Denpasar. Menurut Yudi Atmika, pembinaan olahraga memang harus dilakukan sejak usia dini dan diharapkan berkelanjutan.
Hasilnya, kata Yudi Atmika, minimal bisa membangkitkan minat anak-anak menekuni olahraga, dan dari minat itu bisa melakukan kegiatan olahraga secara rutin. Setelah itu, tak terlepas pula dari dukungan orang tua, sekolah dan cabang olahraganya termasuk induk organisasi dalam hal ini KONI, untuk bisa menghasilkan atlet berprestasi.
‘’Inilah pentingnya pendampingan jangka panjang untuk menghasilkan bibit atlet lebih banyak dan melahirkan atlet profesional dan berprestasi,’’ pungkasnya. tra























