MDA Denpasar Janji Membumikan Gema Siwa Puja

  • Whatsapp
KETUA Bawaslu Denpasar, I Putu Arnata (tiga kiri) bersama Bendesa Madya MDA Denpasar, AA Ketut Sudiana (dua kiri) usai menandatangani kesepakatan kerjasama program Gema Siwa Puja di wilayah Desa Adat Denpasar, Rabu (15/12/2021). Foto: ist
KETUA Bawaslu Denpasar, I Putu Arnata (tiga kiri) bersama Bendesa Madya MDA Denpasar, AA Ketut Sudiana (dua kiri) usai menandatangani kesepakatan kerjasama program Gema Siwa Puja di wilayah Desa Adat Denpasar, Rabu (15/12/2021). Foto: ist

DENPASAR – Gerakan Masyarakat Adat Terkoordinasi Awasi Pemilu dan Jaga Pilkada (Gema Siwa Puja) yang diinisiasi Bawaslu Bali, diimplementasikan Bawaslu Denpasar dengan menggandeng Majelis Desa Adat (MDA) Denpasar. Kerjasama kedua lembaga untuk menghadirkan Pemilu dan Pilkada Serentak tahun 2024 yang bermartabat dan berkualitas itu, dikuatkan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama di kantor Bawaslu Denpasar, Rabu (15/12/2021).

Ketua Bawaslu Denpasar, Putu Arnata, mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman itu merupakan tindak lanjut dari yang dicanangkan dan dilaksanakan Bawaslu Bali dalam program Gema Siwa Puja. “Harapan kami, dengan penandatanganan kerjasama ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat khususnya krama adat Kota Denpasar dalam Pemilu dan Pilkada tahun 2024. Juga untuk mewujudkan Pemilu dan Pilkada yang berintegritas,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Menurut Bendesa Madya MDA Denpasar, AA Ketut Sudiana, Gema Siwa Puja sangat penting dalam mendukung penyelenggaraan Pemilu yang bersifat integritas dan harus berasas luber serta jurdil. Dengan begitu hasil dari Pemilu benar-benar berkualitas, karena sangat menentukan nasib bangsa dan negara.”Saya sangat mendukung program kerja Bawaslu Kota Denpasar, kita semua di Kota Denpasar harus satu persepsi dan satu langkah untuk Kota Denpasar,” ajaknya.

Baca juga :  Yong Sagita Lepas ‘’Da Ragu’’

Sudiana berjanji pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar betul-betul paham dalam penyelenggaraan Pemilu, termasuk apa saja yang tergolong pelanggaran Pemilu. “Kami akan berikan sosialisasi pelanggaran-pelanggaran, dan bisa membantu melakukan suatu upaya untuk melakukan suatu pembinaan atau penindakan, sehingga nanti Pemilu di Kota Denpasar dapat berjalan aman, nyaman dan berkualitas,“ urainya memungkasi.

Turut hadir dalam penandatanganan kesepakatan kerjasama itu Kabag Pengawasan dan Humas Bawaslu Bali, Ni Luh Supri Cahayani; komisioner Bawaslu Denpasar yakni Achmad Baidhowi dan Dewa Ayu Agung Manik Oktariani; serta Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Denpasar, Ni Wayan Ernirusita. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.