BANGLI – Mulai Jumat (17/7) ini, Pasar Kidul Bangli, dibuka setelah tiga hari ditutup sementara. Sesuai hasil pertemuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli bersama pengelola Pasar Kidul Bangli, pedagang berjualan secara bergilir. Bagi pedagang yang tidak dapat menunjukkan hasil rapid test non reaktif tidak diizinkan berjualan.
‘’Sesuai instruksi Bupati Bangli, dan hasil pertemuan dengan pengelola Pasar Kidul, pengurangan jumlah pedagang hingga 50 persen setiap harinya. Pengurangan kapasitas pedagang untuk penerapan sosial distancing. Disepakati untuk pedagang yang tidak bisa menunjukkan surat keterangan rapid test (tes cepat) nonreaktif dilarang berjualan di Pasar Kidul,’’ jelas Kadisperindag Bangli, I Wayan Gunawan, Kamis (16/7).
Dengan penerapan kebijakan tersebut, setidaknya hampir 250-300 pedagang tidak bisa berjualan ditambah lagi yang menjalani karantina. “Dengan total jumlah pedagang 800 orang dikurangi dengan pedagang yang mamengkung tidak mau mengikuti tes cepat ditambah pedagang yang menjalani karantina maka pengurangan kapasitas pedagang bisa dilakukan,” jelasnya.
Diperindag akan melakukan pengawasan bagi pedagang yang belum dites cepat. Selain itu, keluar masuk pasar di selatan dan utara pasar akan dibuat sekat, sehingga hanya bisa dilalaui sepeda motor. Pintu masuk pasar nantinya dijaga petugas untuk melakukan pengecekan suhu tubuh.
Sebelumnya diwartakan, petugas dari Kimia Biolagi Radioaktif (KBR) Polda Bali melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Kidul Bangli. Kegiatan ini dipimpin Wadir Bimmas Polda Bali AKBP Wayan Sri Yuda Yatni, menyusul 35 pedagang Pasar Kidul Bangli terpapar virus Corona. 028
























