DENPASAR – Sukses Bali menyabet 2 keping emas di PON XX Papua mendapat pujian dari Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate Indonesia (PB FORKI). Dua emas ini sekaligus menjadi sejarah, karena baru kali pertama bisa dicapai Bali dalam partisipasinya ikut pesta olahraga empat tahunan itu.
‘Ya, pada PON XX di Papua 2 emas, berlanjut 1 emas di SEA Games Vietnam. Artinya, potensi karate Bali memang luar biasa,” ujar Ketua Komisi Organisasi, Daerah, dan Perguruan PB FORKI Hartono, saat memberi sambutan dalam pengukuhan pengurus Pengprov FORKI Bali periode 2022-2026, di Hongkong Garden Restaurant, Denpasar Timur, Kamis (30/6/2022).
Kontribusi 2 emas dari kareta itu juga mengatrol posisi Bali naik peringkat ke urutan kelima dari posisi ke enam di PON XIX 2016 di Jabar. Bali di urutan kelima, dibawah Jabar, DKI, Jatim dan tuan rumah Papua.
Dalam klasemen akhir perolehan medali, Bali juga menggeser dominasi Jawa Tengah (Jateng) yang pada PON sebelumnya selalu berada di atas kontingen dari Pulau Dewata itu. ”Ini luar biasa, selamat untuk Bali,” kata Hartono yang asal Semarang itu.
Kini KONI Bali yang baru saja punya ketua umum anyar, IGN. Oka Darmawan, dihadapkan dengan tugas berat yakti menghadapi PON ke-21 tahun 2024 yang akan diadakan di dua provinsi, Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) alias tuan rumah bersama.
Tapi dalam setiap kesempatan, Oka Darmawan selalu mengatakan ”mempertahankan itu lebih sulit dari meraihnya”. Hal ini juga ia ucapkan saat memberi sambutan pada pengukuhan pengurus FORKI Bali.
”Meski berat, tapi saya dan seluruh cabang olahraga akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan peringkat lima itu pada PON nanti,” kata Oka Darmawan, sambil ”memanas-manasi” jajaran FORKI Bali. ”Kalau di Papua dapat 2 emas, di PON Aceh-Sumut diharapkan bisa 3 emas,” harapnya.
Pada bagian lain, Ketua Umum Pengprov FORKI Bali, Sensei Armand Setiawan Wulianadi mengakui tantangan karate menuju PON nanti memang cukup berat. Namun pihaknya akan berusaha keras menjawab tantangan tersebut.
Usai pengukuhan yang dilanjutkan dengan Rakerprov, Armand akan mengawali dengan memeratakan peningkatan kualitas pelatih di seluruh Pengkab/Pengkot FORKI se-Bali. Tujuannya, agar pelatihan tidak terfokus pada satu wilayah, tetapi dapat tersebar di seluruh Bali.
Menurutnya, mempertahankan prestasi di level PON tidak mudah, terlebih sejumlah atlet juga terganjal batasan usia. “Soal batasan usia juga menjadi tantangan kami. Apalagi kita vakum dua tahun. Kita juga sempat talent scouting dari dua kejuaraan, tetapi masih jauh dari kualitas Nasional,” ucap Arman.
Dengan program-program yang mulai digulirkan Pengprov FORKI Bali, termasuk kejuaraan-kejuaraan yang mulai bangkit dalam setiap perguruan, diharapkan Armand dapat terjaring bibit-bibit karateka potensial. Potensi tersebut kemudian digodok menjadi wakil Bali pada ajang Kejurnas, Pra-PON, PON, termasuk event Internasional.
Bahas Program Kerja
Acara pengukuhan pengurus FORKI Bali, juga dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) sekaligus membuka rapat kerja provinsi (Rakerprov) FORKI Bali Tahun 2022.
Dalam sambutannya, Wagub Cok Ace memberikan tantangan bagi Kepengurusan baru FORKI Bali untuk melanjutkan prestasi karate yang sudah gemilang, serta menjaga soliditas organisasi karate di semua perguruan.
“Saya berkeyakinan siapapun yang duduk pada kepengurusan yang baru, bilamana sudah mempunyai perencanaan program yang baik dengan mengacu pada evaluasi program sebelumnya dan dibarengi dengan komitmen, semangat, kerja keras, motivasi tinggi, kerja sama yang baik, serta diiringi dengan doa, niscaya keberhasilan akan dapat diraih,” ucapnya.
Wagub Cok Ace menambahkan nantinya dalam menjalankan program kerja sangat diperlukan sinergitas dan kerja sama yang baik antara Pengurus FORKI Provinsi Bali dan Pengurus FORKI Kabupaten/Kota se-Bali. Selain itu juga diperlukan dukungan seluruh komponen masyarakat dan dunia usaha, terutama para pecinta olahraga karate.
Menurutnya, untuk kemajuan olahraga karate di Bali diperlukan pembinaan prestasi yang berdasarkan pada pola yang jelas dan terarah sehingga di masa yang akan datang akan lahir atlet karate baru yang akan mengharumkan nama Bali di kancah nasional maupun internasional. yes






















