Pasien Tanpa Gejala di Buleleng Akan Diisolasi di Denpasar

  • Whatsapp
Gede Suyasa. Foto: ist
Gede Suyasa. Foto: ist

BULELENG – Sejumlah pasien Covid-19 tanpa gejala (asimtomatik) dan bergejala ringan asal Buleleng, direncanakan untuk menjalani isolasi terpusat di hotel yang disediakan oleh Pemprov Bali. Kini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng masih melakukan upaya pendekatan, karena belum siapnya pasien dibawa ke Denpasar.

Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan, isolasi di hotel ini merupakan instruksi dari pemerintah pusat terhadap pasien asimtomatik dan bergejala ringan. Ada 10 pasien Covid-19 tanpa gejala yang rencananya dibawa untuk dikarantina di Denpasar. Namun dari hasil koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan ada beberapa hal yang perlu dimatangkan.

Bacaan Lainnya

Salah satunya, belum siapnya pasien itu dibawa ke Denpasar melakukan karantina terkoordinir. ‘’Jadi perlu dilakukan pendekatan lebih lanjut. Pemkab Buleleng akan terus berupaya melakukan yang terbaik bagi semua,’’ kata Suyasa, Selasa (29/9/2020).

Sebelumnya Suyasa mengaku, juga berkoordinasi dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan para pemilik hotel yang terdapat di Buleleng. Namun, pihak PHRI dan pemilik hotel belum berani memastikan apakah akan menerima atau tidak karena masih menunggu Sandar Operasional Prosedur (SOP).

‘’Untuk hotel yang berbintang masih mempertanyakan SOP. Misal, kalau ada yang terkonfirmasi terus dia melanggar, jalan-jalan keluar kamar menuju ke kamar lain itu sanksinya apa. Nanti khawatir pegawai kena. Bisa tidak itu diberikan sanksi tegas,’’ kata Suyasa yang juga Sekda Buleleng.

Baca juga :  Gudang SDN 3 Pengotan Ludes Terbakar, Siswa Teriak Histeris

Kendati nantinya isolasi dapat dilakukan di Buleleng, namun pembayarannya tetap dari Pemprov Bali. Mengingat, seluruh anggaran dan pembiayaan ditanggung oleh provinsi yang bersumber dari APBN Pusat. ‘’Dari segi biaya Rp200 ribu per orang. Ini masih sedang dikoordinasikan BPBD Buleleng dengan provinsi,’’ jelas Suyasa.

Isolasi bagi pasien covid-19 tanpa gejala wajib dilakukan di hotel, agar menurunkan penyebaran Covid-19. Pasalnya, isolasi mandiri yang sebelumnya dilakukan di rumah masing-masing dipandang kurang efektif. ‘’Semisal dia (pasien) sudah melakukan isolasi mandiri di rumah selama tiga hari selanjutnya kami lanjutkan isolasi di hotel sampai batas waktunya selesai,’’ pungkas Suyasa.

Sementara saat ini perkembangan penanganan kasus Covid-19 di Buleleng pada Selasa (29/9/2020), ada sebanyak 6 orang pasien positif yang dinyatakan sembuh yakni, masing-masing ada 2 orang dari Kecamatan Banjar dan Sukasada, Kecamatan Buleleng 1 orang dan Kecamatan Tejakula ada 1 orang.

Selain pasien sembuh, juga ada penambahan kasus terkonfirmasi baru sebanyak 2 orang berasal dari Kecamatan Buleleng. Kemudian terjadi penambahan pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak 1 orang dari Kecamatan Sukasada, sehingga total kasus meninggal menjadi 37 orang.

Secara kumulatif jumlah kasus terkonfirmasi di Buleleng sebanyak 819 orang, dengan rincian sembuh ada 739 orang. Sedangkan yang masih dirawat di Buleleng ada 42 orang dan dirawat diluar Buleleng sebanyak 1 orang. Kasus suspek totalnya 1.002 orang, rinciannya suspek konfirmasi ada 446 orang, discarded 451 orang, suspek masih dipantau 65 orang, probable ada 40 orang. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.