Pasien Covid-19 Sembuh di Bali Melonjak 248 Orang, Positif 154 dan Meninggal Bertambah 8

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Provinsi Bali, Senin (19/4/2021) mencatat lonjakan pasien sembuh sebanyak 248 orang, terpaut 94 orang lebih banyak dari tambahan kasus positif baru yang berjumlah 154 orang (132 orang melalui Transmisi Lokal, 21 PPDN dan 1 PPLN). Hanya kabar dukanya masih tetap tinggi, dimana di hari yang sama tercatat 8 pasien meninggal dunia

Berdasarkan data yang diterima posmerdeka.com dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Senin (19/4/2021), delapan pasien yang tutup usia masing-masing 3 orang merupakan warga Kabupaten Badung, Tabanan 1 orang, Klungkung 1 orang, Denpasar 1 orang, daerah luar Bali 1 orang dan seorang lagi merupakan WNA.

Bacaan Lainnya

Kota Denpasar kembali menjadi penyumbang harian terbanyak kasus positif baru 75 orang. Di sisi lain, Denpasar juga mencatatkan jumlah pasien sembuh terbanyak yakni 140 orang.

Secara kumulatif jumlah kasus positif covid-19 di Bali sampai Senin (18/4/2021) berjumlah 43.082 orang (42.969 WNI dan 113 WNA). Dari jumlah itu, yang sudah sembuh sebanyak 40.333 orang (93, 62%) dengan rincian 40.238 WNI dan 95 WNA.

Sementara yang meninggal dunia sebanyak dunia 1.258 (2,92%) dengan rincian 1.253 WNI dan 5 WNA. Sedangkan pasien yang masih dalam perawatan (kasus aktif) berkurang 102 orang menjadi 1.491 Orang (3,46%) dengan rincian 1.478 WNI dan 13 WNA.

Baca juga :  Distribusi APD untuk Jaminan Penerapan Prokes di TPS

Dalam upaya menekan penularan covid-19 di Bali, Gubenur mengeluarkan SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Surat Edaran ini mulai berlaku Selasa (23/3/2021) sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. SE ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur dalam SE tersebut antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.