GIANYAR – Resmi beroperasi, Pasar Rakyat Gianyar dikunjungi sejumlah kalangan, dengan yang terbaru adalah Bupati Minahasa, Royke Octavia Roring. Dia berkunjung ke Gianyar untuk melihat langsung kemegahan Pasar Rakyat Gianyar sembari studi banding, Selasa (8/3/2022).
Bupati Royke diterima Bupati Gianyar, I Made Mahayastra; bersama Kadis Perindag, Luh Gede Eka Suary; dan Kadis PUPR, I Wayan Karya.
Mahayastra mengajak Royke berkeliling Pasar Rakyat Gianyar sembari menjelaskan pembangunannya dikonsep bangunan hijau. Sirkulasi angin, udara, dan cahaya yang bagus membuat suasana pasar jadi eksotis, pun mengonsumsi energi yang sangat minim dengan menggunakan panel tenaga surya.
Mulai tahun 2018, jelas Mahayastra, Pemkab Gianyar gencar melaksanakan pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat guna meningkatkan daya saing pasar tradisional. Dana pembangunan bersumber dari dana APBN (DAK, Tugas Pembantuan, APBN Murni) dan dana APBD.
Saat ini di Gianyar terdapat 63 pasar yang tersebar di tujuh kecamatan, terdiri dari sembilan pasar dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta 54 pasar desa yang dikelola desa adat atau desa dinas.
“Pasar Rakyat Gianyar merupakan pasar tradisional termegah dan berada di tengah-tengah Kota Gianyar. Ini diharap akan menjadi sentra perekonomian masyarakat Gianyar. Di samping itu, Pasar Rakyat Gianyar akan menjadi ikon pariwisata selain Pasar Sukawati yang dikenal sejak dulu,” urai Mahayastra.
Megahnya tampilan Pasar Rakyat Gianyar layaknya mal, ulasnya, bukan berarti barang yang dijual sama seperti mal-mal yang ada. Dia menyebut barang yang dijual sama seperti pasar rakyat pada umumnya, yang menjual bahan kebutuhan pokok maupun alat-alat sarana upacara dan lainnya.
Bupati Royke terkesan dengan keberadaan Pasar Rakyat Gianyar, yang dinilainya sebagai pasar tradisional yang bercita rasa modern. adi























