Parta Sosialisasikan Penjaminan Kredit Modal Kerja

  • Whatsapp

DENPASAR – Pemilik UMKM di Bali belum banyak mendapat informasi terkait penjaminan kredit modal kerja UMKM pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Untuk itu, anggota Komisi VI DPR RI, Nyoman Parta, bersama beberapa BUMN asuransi, mengadakan sosialisasi “Peran IFG (Indonesia Financial Group) dan Anak Perusahaan dalam Menyediakan Produk Asuransi dan Penjaminan di Masyarakat”, di Denpasar, Sabtu (16/10/2021).

Nyoman Parta mengatakan, selama ini pembicaraan terkait UMKM lebih banyak menyoroti soal pembiayaan, kebijakan pendukung, pengembangan kapasitas usaha, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, bila pelaku UMKM diberikan pencerahan pentingnya asuransi, maka mereka akan memproteksi diri melalui produk perusahaan BUMN asuransi untuk meminimalisasi risiko.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut penting demi meminimalisasi risiko usaha di tengah pemulihan ekonomi kerakyatan di masa pandemi Covid-19. “Jika dilihat masyarakat masih sangat awam terkait asuransi. Padahal asuransi ini memiliki manfaat bagi masyarakat, asuransi tidak diidentikan dengan perlindungan pada diri sendiri. Tetapi cakupan sudah bersifat makro salah satunya bisa terhadap usaha-usaha kita. Memilih asuransi harus jelas yang sudah terdaftar di OJK. Dan, tidak perlu khawatir terhadap asuransi, apalagi asuransi ini punya BUMN,” ujarnya.

Baca juga :  HUT PDIP dan Praktik Kedewasaan Politik Elite, Komunikasi Elegan Memantik Segan

Lebih lanjut anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini mengatakan, setelah resmi dibentuk pada 17 Maret 2020, Indonesia Financial Group (IFG) sebagai induk holding perusahaan asuransi dan penjaminan, berkomitmen untuk terus mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menggerakan usaha mikro kecil dan menengah. Program PEN yang dibuat pada Juli 2021, memberikan penjaminan kredit modal kerja UMKM.

IFG sendiri melalui 2 anggota holding yaitu Askrindo dan Jamkrindo berdasarkan PP RI No. 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program PEN dan PMK No.71/PMK/2020 tentang Penjaminan Kredit Modal Kerja pada Program PEN memberikan jaminan kepada UMKM baik itu dalam bentuk kredit baru maupun yang sudah direstrukturisasi. “Mental birokrasi kadang-kadang menghambat tumbuh kembangnya UMKM. Persyaratan yang begitu menjelimet, hal-hal yang tidak terukur dilaksanakan, disarankan. Sehingga membuat UMKM kita mandek,” jelasnya.

Politisi asal Desa Guwang, Sukawati, Gianyar ini, menjelaskan, acara sosialisasi bersama BUMN asuransi sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM. Karena selama ini berbicara pada akses modal, pendampingan dan pelatihan UMKM. Tetapi juga bagaimana harus memproteksi usaha, membantu UMKM ketika mengajukan kredit tetapi tidak punya agunan bisa dilakukan dengan jaminan kredit modal kerja.

“Ada program asuransi untuk petani, peternak, perikanan, nelayan yang ditanggung pemerintah tetapi belum terserap semuanya. Program yang begitu bagus, preminya ditanggung pemerintah tidak sampai ke petani, nelayan, dan lainnya,” jelasnya.

Baca juga :  717 Pelanggar Terjaring Sejak Pemberlakuan PPKM Darurat di Denpasar

Dengan sosialisasi ini, Parta berharap pelaku UMKM mendapatkan pencerahan terkait jaminan kredit modal kerja dan memproteksi diri melalui BUMN asuransi. Pemberi materi dalam acara sosialisasi antara lain dari PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Asuransi Kredit Indonesi (Akrindo), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), dan PT Jasa Raharja. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.