Orang Tua Keluhkan Kewajiban Membeli LKS

PENJUALAN Lembar Kerja Siswa (LKS) di salah stau SMP negeri di Denpasar dikeluhkan orang tua siswa. Mereka berkeluh kesah karena harus membayar sejumlah LKS dengan total harganya Rp107.500. Foto: ist
PENJUALAN Lembar Kerja Siswa (LKS) di salah stau SMP negeri di Denpasar dikeluhkan orang tua siswa. Mereka berkeluh kesah karena harus membayar sejumlah LKS dengan total harganya Rp107.500. Foto: ist

DENPASAR – Sejumlah orang tua siswa di salah satu SMP negeri di Denpasar, mengeluhkan penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) oleh pihak sekolah. Mereka berkeluh kesah karena harus membayar sejumlah LKS dengan total harganya Rp107.500.

Setahu para orang tua, LKS itu harusnya dibuat oleh guru, bukannya disiapkan dalam bentuk buku buatan penerbit yang dijual kepada siswa. Lagi pula, jika penerbitnya dari luar daerah apalagi luar provinsi, materi di dalam LKS tidak akan mendukung muatan lokal.

Bacaan Lainnya

Keluhan mereka juga berdasarkan fakta saat ini bahwa sebagian besar masyarakat masih sedang berjuang memulih ekonomi akibat pandemi Covid-19. Pada saat pemerintah menggulirkan berbagai program untuk mengurangi beban masyarakat, sekolah tersebut malah menjual LKS dengan harga ratusan ribu.

“Ini kita masih kesulitan ekonomi karena ekonomi belum pulih benar,” kata salah satu orang tua siswa SMP negeri di Denpasar yang namanya minta tidak disebut  di media, Selasa (10/1/2023).

Karena khawatir anaknya tidak bisa belajar dan tidak mendapat nilai dari gurunya, dia pun membeli paket LKS tersebut. Masa berlaku paket LKS tersebut untuk satu semester. “Saya tidak tahu di sekolah lain bagaimana. Apa ada keharusan membeli LKS atau bagaimana,?’’ kata dia.

Baca juga :  Pilkada Sumbawa, Bawaslu NTB Diharap Tak Ragu Diskualifikasi Paslon Curang

Dia pun meminta perhatian Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar terhadap kesulitan para orang tua siswa yang harus membeli buku LKS. Sebaiknya, kata dia, penjualan buku LKS itu mewajibkan karena memberatkan para orang tua. “Saya minta penjelasan dan kejelasan dari Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar terkait aturan sekolah yang mewajibkan siswa beli LKS,” pungkasnya.

Dihubungi via whatsapp, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, menjawab singkat keluhan orang tua siswa terkait pembelian LKS di sekolah. ‘’Tidak wajib,’’ jawab Agung Wiratama.

Sementara menurutnya, buku pegangan siswa dari sekolah diberikan secara gratis ,karena disubsidi pemerintah melalui Dana Bantuan Operasional (BOS). Kalau LKS itu bersifat tidak wajib. “Buku yang disubsidi pemerintah tidak boleh dijual kepada siswa. Karena itu hak siswa,” ucapnya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.