MATARAM – SMKN 5 Mataram berhasil menginisiasi kolaborasi antarjurusan sebagai hasil proses pembelajaran di satuan pendidikan vokasi. Selain itu, dengan predikat menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD), omzet atau Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bisa diraup mencapai Rp1 miliar lebih tahun 2022 lalu.
Kolaborasi juga mampu membuat produk melalui model pembelajaran berbasis produksi/jasa yang mengacu dunia usaha dan industri (teaching factory) hingga menembus pasar internasional.
Kepala SMKN 5 Mataram, Istiqlal, mengatakan, kolaborasi antarjurusan menjadi langkah sekolah untuk melatih hard skill maupun soft skills peserta didik. Siswa belajar untuk memproduksi barangnya secara bersama-sama. “Itu mengasah kompetensi mereka. Selain itu, mereka juga dapat melatih kemampuan berkomunikasi dengan adanya kerja sama tersebut,” jelasnya, Kamis (19/1/2023).
Produk yang dihasilkan dalam kolaborasi SMKN 5 Mataram adalah Batik Sasambo. Sasambo adalah singkatan dari nama Suku Sasak, Samawa, dan Mbojo yang merupakan etnik grup di NTB. Sasambo memiliki makna orang Sasak yang tinggal di Lombok. Mbojo berarti orang yang tinggal di Bima, Samawa berarti orang yang tinggal di Sumbawa.
Batik yang diproduksi siswa Jurusan Tekstil SMKN 5 Mataram ini berhasil menembus pasar global. Bahkan batik karya siswa itu dijadikan seragam sekolah di Arab. Bagi warga Riyadh, Arab Saudi, Batik Sasambo tidak asing lagi.
Batik Sasambo juga menginspirasi Yayasan Sabah Malaysia. Kiini ada kerjasama antara Sabah dan Indonesia, disingkat Sabindo, guru dari Yayasan Sabah Malaysia datang belajar karena juga ingin menggeluti industri tekstil.
“Mereka datang jauh-jauh dari Sabah dan kami latih di sini. Di Arab Saudi, yang membuat kami bangga adalah Batik Sasambo bahkan banyak dijadikan seragam sekolah yang digunakan setiap Kamis,” tuturnya dengan nada bangga.
Lantaran tingginya permintaan pasar, dia mendaku kolaborasi antarjurusan juga mulai dibangun dengan lebih cepat. Para alumni juga diberdayakan untuk menyongsong banyaknya tawaran tersebut. Bersama Jurusan Desain Komunikasi Visual, Batik Sasambo diproduksi lebih masif dengan proses yang lebih cepat. Nanti Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) kolaborasi dengan Jurusan Tekstil.
Memasuki Platform Digital Amerika, lanjut dia, jurusan DKV memiliki alat yang dapat mendukung operasional pembuatan batik karena memperoleh bantuan SMK Pusat Keunggulan.
Kolaborasi proses pembuatan batik bisa dimulai dari pembuatan desain yang akan dicetak di kertas oleh SDM dari Jurusan DKV, kemudian dilapisi kain putih, baru dipanaskan melalui alat direct to garment (DTG). Setelah itu gambar akan menempel di kain.
Tidak hanya itu, pemasaran Batik Sasambo kini sudah memasuki e-commerce di pasar internasional seperti platform digital Amerika. Batik Sasambo bekerja sama dengan pemasok tekstil (apparel) di Amerika, contohnya Batik Sasambo motif lumbung. Kini, seluruh kantor di NTB telah menggunakan Batik Sasambo.
Dalam perjalanannya, Batik Sasambo terus mengalami perkembangan. Saat Moto GP 2020 yang dilaksanakan di Mandalika, lahir inovasi batik Sasambo Mandalika. Jumlah batik yang dihasilkan mencapai sampai 3.000 lembar dalam setahun. “Ada yang pesan 100 lembar, 40 lembar. Banyak yang sudah memesan kantor-kantor ini,” paparnya. rul
























