DENPASAR – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan, sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan, penyebaran Covid-19 varian Omicron lebih cepat 2 kali lipat dari varian delta. Namun, diharapkan masyarakat tidak panik dengan langkah pemerintah daerah telah melaksanakan antisipasi penekanan penyebaran virus.
“Kami harapkan masyarakat untuk tetap disiplin prokes dan tidak panik. Jika mengalami gejala, untuk segera melakukan pemeriksaan di layanan rumah sakit untuk dapat segera mendapatkan pelayanan,” ujar Jaya Negara dalam rapat koordinasi pada Senin (7/2/2022) di Kantor Wali Kota Denpasar.
Rapat ini dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa; Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede; Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana; Forkopimda Denpasar, Majelis Desa Adat, Anggota Satgas, dan OPD terkait Pemkot Denpasar.
Dalam rapat tersebut, Wali Kota menyampaikan data perkembangan kasus Covid-19 di Kota Denpasar hingga tanggal 6 Februari 2022 mencapai 3.078 kasus. Perkembangan zona lokasi risiko mengalami peningkatan ditandai dengan berkurangnya jumlah zona hijau dalam seminggu terakhir.
Mengantisipasi lonjakan kasus, menurut Jaya Negara, Pemkot juga mengaktifkan kembali satgas penanganan Covid tingkat banjar/lingkungan dan desa/kelurahan. Sebelumnya, pihaknya telah melaksanakan antisipasi dengan penyemprotan disinfektan, pengawasan disiplin prokes, hingga penutupan fasilitas publik dalam pembatasan kegiatan masyarakat serta menyiapkan tempat isoter.
“Sesuai arahan Gubernur Bali, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Kesehatan agar kepala daerah untuk melaksanakan antisipasi lonjakan kasus dengan mempersiapan isoter hingga melakukan langkah antisipasi lainnya,” kata Jaya Negara.
Wali Kota menekankan kepada Dinas Kesehatan Kota Denpasar untuk segera melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali serta melakukan persiapan penambahan dua lokasi untuk isoter di Denpasar. Satu lokasi isoter untuk masyarakat umum dan satu lokasi isoter untuk tenaga kesehatan. Diharapkan lokasi isoter ini berdekatan dengan lokasi rumah sakit.
Lebih lanjut Jaya Negara memaparkan, antisipasi keberadaan BOR rumah sakit rujukan dan non rujukan di Kota Denpasar, terdapat 3 rumah sakit rujukan dan 13 rumah sakit swasta yang merawat pasien Covid-19. RS Wangaya sudah mengkonfirmasi 51 persen ketersediaan tempat tidur, dan juga telah menyiapkan ruang ICU. “Langkah antisipasi ini diharapkan agar dilaksanakan koordinasi dan komunikasi bersama kades/lurah untuk mengaktifkan kembali Satgas Covid Desa/Kelurahan yang ada dalam melaksanakan pencegahan, pendistribusian bantuan, hingga obat-obatan bagi masyarakat,” katanya.
Mengaktifkan kembali posko PPKM mikro, kata Jaya Negara, juga akan dilaksanakan untuk mengantisipasi transmisi lokal dan pengawasan prokes. Selain itu, dia menekankan percepatan vaksinasi dosis untuk dapat segera dilakukan Dinas Kesehatan Kota Denpasar. rap























