Nasdem Ajak Bangun Ekosistem Industri Pangan di NTB

WAKIL Ketua DPR RI Rachmat Gobel saat bersama Wagub Sitti Rohmi Djalilah dan empat kepala daerah dari Nasdem, serta Ketua Bappilu Teritori Bali-Nusra, Julie S. Laiskodat. Foto: ist
WAKIL Ketua DPR RI Rachmat Gobel saat bersama Wagub Sitti Rohmi Djalilah dan empat kepala daerah dari Nasdem, serta Ketua Bappilu Teritori Bali-Nusra, Julie S. Laiskodat. Foto: ist

MATARAM – Ketua DPW Nasdem NTB, Sitti Rohmi Djalilah, mengajak empat kepala daerah yang diusung Nasdem untuk bertemu Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel, Jumat (4/2/2022) di Jakarta. Rohmi didampingi Ketua Bappilu Teritori Bali-Nusra, Julie S. Laiskodat; Bupati Lombok Barat (Lobar), Fauzan Khalid; Bupati Dompu, Kadir Jaelani; Wakil Bupati Lotim, Rumaksi; dan Wakil Bupati KSB, Fud Syaifudin. Turut hadir anggota DPR RI Syamsul Luthfi (Dapil NTB-2) dan Dapil NTT, Ratu Wulla Talu.

Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua DPR dari Nasdem, Rachmat Gobel, mengajak para kepala daerah di NTB membangun ekosistem industri pangan. Tujuannya agar produksi pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan di NTB itu memberi nilai tambah bagi petani, nelayan, dan peternak. “Hal ini penting untuk memberi nilai tambah, menjaga keberlanjutan, dan memberi kesejahteraan kepada para petani, perajin, peternak, dan nelayan,” kata Gobel dalam siaran tertulisnya, Sabtu (5/2/2022).

Read More

Sitti Rohmi Djalilah menambahkan, NTB memiliki surplus pangan yakni beras, bawang putih, bawang merah, cabai, dan daging sapi. Namun, surplus itu tak diimbangi dengan kesejahteraan petani. Sebab, kualitas produk tak selalu memenuhi standar maupun faktor harga yang jatuh saat musim panen.

“Jadi penduduk kami miskin, tapi makanannya paling mahal di dunia. Ini terjadi di desa penghasil lobster. Mereka rutin makan lobster saking banyaknya produksi lobster,” imbuh Wakil Bupati Lombok Timur, Rumaksi.

Karena kondisi itulah, Rachmat Gobel yang juga mantan Menteri Perdagangan itu mengajak para kepala daerah tersebut membangun ekosistem industri pangan. “Mumpung Bapak dan Ibu berkuasa, gunakan kekuasaan untuk membangun kemakmuran rakyat. Dengan kekuasaan yang ada, Bapak dan Ibu bisa lebih mudah mewujudkan ide-ide dan visinya,” pesan Gobel.

Menurut dia, biarkan petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM fokus berproduksi. Sementara hal lainnya menjadi tugas pemerintah dan lembaga-lembaga yang diperuntukkan membantu mereka, baik melalui melalui regulasi, kebijakan, pembinaan, dan kewenangan.

Gobel juga mengajak para pemimpin daerah itu mengembangkan koperasi untuk membantu permodalan, pengelolaan alat-alat, dan off taker. Khusus soal peternakan, dia menyebut koperasi bisa mengelola peternakan terpadu. Jadi, jangan diurus sendiri-sendiri, dan semua harus dalam konsep dan skala industri. Melalui pembangunan ekosistem itu,  masalah pupuk dan bibit yang mahal serta langka bisa diselesaikan. Termasuk harga yang jatuh saat panen dan beras pun bisa ditingkatkan kualitasnya.

Pada pertemuan itu, para kepala daerah juga mengeluhkan NTB yang harus melalui Bali karena belum memiliki cold storage (gudang penyimpanan). Mereka juga menyampaikan perlunya pembangunan infrastruktur jalan, dermaga, bendungan, dan embung, serta minta bantuan eskavator maupun buldozer. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.