MATARAM – Sebanyak tiga calon ketua DPC Demokrat Kota Mataram dipastikan bakal bersaing merebut posisi Ketua DPC Demokrat periode 2022-2027. Ketiga figur itu yakni Imam Sofian, Shinta Primasari, dan M. Zakiy Mubarok diputuskan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat Kota Mataram yang berlangsung pada Kamis (26/5/2022) malam.
Dalam sidang yang dipimpin Deputi BPOKK DPP Partai Demokrat, Jimmy Setiawan; Wakil Ketua DPD Partai Demokrat NTB, Syamsul Fikri; dan Ketua DPC Demokrat Kota Mataram demisioner, Muhammad Zaini, ketiga nama calon tersebut memastikan kesiapan mereka menakhodai Partai Demokrat. Dari enam Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Partai Demokrat se-Kota Mataram, masing-masing calon Ketua DPC Partai Demokrat tersebut mengantongi dua suara DPAC.
Sesuai ketentuan agar dapat menjadi calon, syaratnya mendapat dukungan 20 persen dari jumlah suara yang diperebutkan. DPC Partai Demokrat dan DPD Partai Demokrat, serta DPP Partai Demokrat justru memilih abstain.
Untuk itu, tiga nama calon Ketua DPC Demokrat Kota Mataram yang kini bersaing akan dibawa dan diputuskan di DPP Demokrat dengan mengikuti sejumlah tahapan. Salah satunya mengikuti fit and proper test di hadapan Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhoyono; Sekjen, Teuku Rifky Harsa; dan Kepala Badan Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOKK) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron.
Ketua DPD Partai Demokrat NTB, Indra Jaya Usman (IJU), mengatakan, ajang Musda Partai Demokrat yang dilaksanakan serentak bersama DPC Partai Demokrat se-Provinsi NTB, diharap menjadi sarana rekonsiliasi dan konsolidasi Demokrat NTB untuk menjemput kemenangan Pemilu 2024. Pembukaan Muscab bersama itu dihadiri secara daring oleh Teuku Rifky Harsa dan Herman Khaeron.
Dalam sambutannya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyerukan Demokrat harus makin mengakar dan dicintai oleh rakyat. “Dengan kerja keras dan ikhtiar tiada henti,” tegas AHY dalam sambutannya.
Salah seorang calon Ketua DPC Partai Demokrat Kota Mataram, M. Zakiy Mubarok, mengatakan, ajang Muscab harus diletakan dalam porsi dan proporsinya yang tepat. Sebab, selain sebagai ajang rotasi kepemimpinan, penyegaran organisasi, dan penguatan kader, Muscab harus bisa mengamplifikasi kegiatan Demokrat di level daerah. “Yang utama, Muscab harus mampu menjadi ruang untuk mengoreksi sekaligus mengevaluasi perjalanan Partai Demokrat selama ini, khususnya di Kota Mataram,” ucapnya, Jumat (27/5/2022).
Dia memastikan siap ikut berkompetisi meramaikan ajang Muscab kali, lantaran didorong berkomitmen mempertahankan yang baik, dan memperbaiki yang kurang. Zakiy juga mengaku selalu teringat pesan pendiri Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bahwa pertarungan dan ajang kontestasi itu adalah siap kadang menang, dan juga kadang belajar.
“Prinsip Pak SBY yakni sometime we win, sometime we learn akan selalu saya ingat dan kenang. Tentunya muara kita maju bersaing adalah siap untuk mengambil hak kemenangan Partai Demokrat pada Pemilu mendatang,” klaimnya.
Menurut dia, seluruh kader dan pengurus DPC Partai Demokrat di wilayah NTB harus dapat menerjemahkan visi dan misi Ketua Umum Partai Demokrat dan Ketua DPD Partai Demokrat NTB. Untuk mewujudkan Partai Demokrat yang kuat, kader yang berintegritas, dan solid itu maka semua harus memiliki visi bersama untuk memenangkan Pemilu 2024,” tandas Zakiy Mubarok. rul






















