Muncul 1 Calon Lagi, Armand Setiawan Tetap Tak Terbendung Pimpin FORKI Bali

KETUA Umum FORKI Bali terpilih, Armand Setiawan Wulianadi (kedua dari kiri) menerima berkas dari Pimpinan Sidang I Gusti Made Suryanta Putra (kedua dari kanan) pada Musorprov FORKI Bali, di Griya Santrian, Sanur, Denpasar, Selasa (26/4/2022) malam. foto: ist

DENPASAR – Meski mendadak muncul 1 calon lagi yang diharapkan bisa menjegalnya, tapi Armand Setiawan Wulianadi tetap tak terbendung. Pria yang akrab disapa Armand Joger ini akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum Pengprov Federasi Karate-do Indonesia (FORKI Bali) masa bhakti 2022-2026, pada Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) FORKI Bali, di Griya Santrian, Sanur, Denpasar, Selasa (26/4/2022) malam.

Tidak tanggung-tangung lawan yang disiapkan untuk menandingi Armand Joger adalah Kepala Dinas (Kadis) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Bali, Anak Agung Ngurah Oka Sutha Diana.

Bacaan Lainnya

Dalam perjalanan, Agung Sutha yang notabene belum begitu banyak dikenal di kalangan karate Bali hanya mampu meraih 5 suara dari 15 pemilik hak suara. Sisanya 10 suara disapu bersih Armand Joger.

Sebagaimana disebutkan, ke-15 pemilik hak suara itu berasal dari 9 Pengkab/Pengkot FORKI se-Bali plus 6 perguruan karate (Inkai, Lemkari, Shiroite, Gojukai, Inkanas dan KKI). Tapi, sebagian besar pemilik hak suara menilai Armand Joger sudah terbukti, terutama terkait totalitas dan loyalitasnya di karate.

Ini bisa dilihat dari hasil kepemimpinan Armand Joger saat menjadi manajer tim karate Bali pada dua kali PON (Jabar dan Papua), Di PON Jabar 2016, tim karate Bali meraih 1 medali emas. Kemudian pada PON XX di Papua, ditingkatkan menjadi dua keping medali emas. ”Kami lebih yakin dengan figur yang sudah membuktikan kiprahnya di karate,” bisik salah seorang utusan FORKI Kabupaten.

Baca juga :  Bubarkan Balapan Liar, Polsek Singaraja Sita Lima Motor

Apalagi, figur Agung Sutha yang dimunculkan tidak hadir saat agenda pemilihan ketua umum pada Musurprov ini. ”Sangat disayangkan calon itu (Agung Sutha) tidak ada saat pemilihan. Jadi, itu ibaratkan kita memilih kucing dalam karung,” imbuhnya.

Jalannya Musorprov sempat diwarnai banyak interupsi terutama saat memasuki sidang pembahasan tata tertib yang dipimpin Ardy Ganggas selaku pimpinan sidang sementara. Yang paling alot menjadi bahasan adalah terkait penjaringan dan penyaringan calon ketua umum. Akhirnya disepakati, kran calon ketua dibuka lagi sampai saat agenda pemilihan ketua umum.

Sebagaimana diketahui, pembukaan pendaftaran calon ketua umum sudah ditutup pada tanggal 23 April 2022, atau 3 hari menjelang Musorprov. Salah satu syarat calon yang mendaftar harus menyertakan minimal menyerahkan 5 surat dukungan dari votter. Sampai pendaftaran ditutup, sebenarnya hanya Armand Setiawan yang mendaftarkan diri yang dilengkapi 10 surat dukungan.

Suasana tegang akhirnya muncul saat detik-detik menjelang agenda pemilihan yang dipimpin pimpinan sidang tetap, I Gusti Made Suryanta Putra. Satu persatu pemilik hak suara maju ke podium menyampaikan pemandangan umum sekaligus menjatuhkan pilihannya terhadap dua calon yakni Agung Sutha dan Armand Joger.

Setelah dikalkulasi, akhirnya Agung Sutha hanya mendapat lima suara dari Pengkot FORKI Denpasar, FORKI Badung, FORKI Buleleng dan dua perguruan dari Inkai dan Inkanas. Sementara sisanya 10 pemilik hak suara menjatuhkan pilihannya kepada Armand Joger. alt/yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.