Menuju “Paperless”, RSUD Klungkung Resmi Luncurkan RME

  • Whatsapp
RME resmi diluncurkan Bupati Suwirta di aula RSUD Klungkung, Jumat (24/9/2021). foto: ist

KLUNGKUNG – RSUD Kabupaten Klungkung menambah inovasi baru dengan menghadirkan Rekam Medis Elektronik (RME) dan Sistem Informasi Medis on Tablet (Sim-onTa). Inovasi ini resmi diluncurkan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, di aula RSUD Klungkung, Jumat (24/9/2021).

“Saya tidak akan pernah berhenti mengawal RSUD Kabupaten Klungkung melakukan inovasi dalam memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat Klungkung dan sekitarnya,” ujar Bupati Suwirta di hadapan jajaran RSUD Klungkung.

Bacaan Lainnya

Dia menambahkan, inovasi ini agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh jajaran rumah sakit. Data rekam medis yang sebelumnya tercatat secara manual, bisa disalin ke dalam e-rekam medis ini.

Dengan adanya inovasi tersebut, Suwirta berharap RSUD Klungkung bisa menuju paperlessatau meminimalisir penggunaan kertas. “Dokter, perawat dan pegawai RSUD Klungkung harus mengikuti perkembangan teknologi guna memberikan layanan lebih baik kepada masyarakat,” ajaknya.

Direktur RSUD Klungkung, dr. I Nyoman Kesuma, MPH dalam laporannya menyampaikan, pengelolaan sistem manajemen informasi RSUD Klungkung dikelola bagian teknis serta Instalasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan IT.

RSUD Klungkung juga menyadari dan secara bertahap beralih dengan penyediaan sarana informasi medis, yang diakses langsung oleh para dokter penanggung jawab pelayanan berupa peralatan elektronik tablet, sehingga permintaan informasi dapat bersifat mobile (keliling). Pun dapat diakses dan diberikan setiap saat. Inovasi ini diberikan nama Sistem Informasi Medis on Tablet (SIM OnTa).

Baca juga :  Krama Desa Pakraman Pedahan Kubu Siap Menangkan Dana-Dipa 75 Persen

Kesuma menyampaikan, rekam medis elektronik dari aspek administratif bermanfaat sebagai tempat penyimpanan informasi secara elektronik. Di dalamnya berisi data kondisi kesehatan dan data layanan kesehatan yang diperoleh pasien sepanjang hidupnya.

Dari aspek pengguna, penerapan RME memberi manfaat kepada dokter dan petugas kesehatan profesional pemberi asuhan (PPA), dalam mengakses informasi pasien dan membantu pengambilan keputusan klinis.

Dokter spesialis gigi, drg. Made Deby Artika, Sp, Perio menyampaikan, menilai adanya rekam medis elektonik, sangat membantu diri pribadi memberi pelayanan ke pasien.

“Saya berharap adanya E-Rekam Medis harus didukung dengan jaringan yang memadai, jangan sampai sudah ada aplikasi tetapi tidak didukung oleh jaringan yang memadai,” harapnya. baw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.