Memahami Pembelajaran Bermakna dan Menarik Lewat “Deep Learning”, SMP PGRI 2 Denpasar Gelar Workshop Review Kurikulum

KADISDIKPORA Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama; didampingi Ayu Sri Wahyuni, dan Nengah Madiadnyana, saat membuka workshop review kurikulum di SMP PGRI 2 Denpasar, Selasa (3/6/2025). Foto: tra
KADISDIKPORA Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama; didampingi Ayu Sri Wahyuni, dan Nengah Madiadnyana, saat membuka workshop review kurikulum di SMP PGRI 2 Denpasar, Selasa (3/6/2025). Foto: tra

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Setiap tahun menjelang tahun ajaran baru, SMP PGRI 2 Denpasar melibatkan semua guru untuk mengikuti workshop review kurikulum. Agenda workshop dibuka Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, Selasa (3/6/2025). 

Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Ayu Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., mengatakan workshop sengaja digelar lebih awal untuk guru memungkinkan mereka mempersiapkan diri dengan lebih baik, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka, serta meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Menurutnya, kurikulum sebagai pedoman dalam proses pembelajaran harus senantiasa dikaji, dievaluasi, dan disesuaikan dengan perkembangan zaman, kebutuhan peserta  didik, serta menyesuaikan kebijakan dari pemerintah.

Read More

Dikatakan Sri Wahyuni, workshop tersebut bukan sekedar pelatihan tapi ruang bertumbuh bagi para guru. “Workshop ini bukan sekadar pelatihan, tetapi ruang bertumbuh bagi para guru. Di dalamnya, ada diskusi, tanya-jawab, praktik, dan refleksi bersama tentang bagaimana menciptakan kelas yang bukan hanya mengajar, tetapi menginspirasi; bukan hanya menyampaikan materi, tetapi membentuk karakter yang unggul,” ujarnya.

Melalui workshop ini, ia berharap para guru dapat bersama-sama meninjau kembali implementasi kurikulum yang telah dijalankan selama ini, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi, dan merumuskan strategi yang lebih efektif untuk tahun ajaran mendatang. “Review kurikulum bukan hanya soal menyusun dokumen, tetapi  tentang membangun sistem pembelajaran yang lebih relevan, kontekstual, dan bermakna. Mari kita gunakan forum ini sebagai ruang diskusi terbuka, saling berbagi pengalaman, dan menghasilkan keputusan yang dapat membawa perubahan positif  di lingkungan SMP PGRI 2 Denpasar,” ujarnya.

Tahun ini, SMP PGRI 2 Denpasar menerima 400 murid baru. Biaya pendidikan sangat terjangkau, cukup Rp2,5 juta sudah termasuk uang awal tahun, uang pakaian, dan siswa juga mendapat perlindungan asuransi kecelakaan jika mengalami musibah saat menuju, pulang dan selama berada di sekolah. Biaya pendidikan awal dapat dicicil dua kali.

Ayu Sri Wahyuni yang juga Sekretaris Umum PGRI Provinsi Bali ini mengatakan, SMP PGRI 2 Denpasar didukung fasilitas lengkap dan representatif dengan 33 ruang belajar lengkap dengan wifi di setiap kelas, LCD proyektor, AC, dan sarana pendukung lainnya. Juga dilengkapi dengan Lab IPA dan Komputer, serta ruang Grisda Smart Learning Centre. Tahun ini juga membuka kelas bilingual. 

Deretan prestasi ditorehkan siswa, guru, dan juga kepala sekolah SMP PGRI 2 Denpasar menjadi bukti nyata sekolah ini berkualitas dan maju. Prestasi terbaru Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Ayu Sri Wahyuni memperoleh penghargaan nasional sebagai GTK Favorit Kepala SMP Inovatif pada Jambore GTK Hebat tingkat nasional serangkaian Hari Guru Nasional 2024.

SMP PGRI 2 Denpasar juga dianugerahi penghargaan “Adhi Pawiyatan” sebagai Sekolah Unggul PGRI seluruh Indonesia. Penghargaan juga diterima dari Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Denpasar sebagai Sekolah Inovatif. Siswanya juga langganan juara karya tulis dalam ajang INOPA, juara seni, budaya dan olahraga. 

Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, MM., memberi apresiasi pelaksanaan workshop review kurikulum yang digelar SMP PGRI 2 Denpasar, sebagai bukti bahwa sekolah ini terus bergeliat untuk meningkatkan mutu. Ia kegiatan ini menjadi titik temu antara semangat perubahan dan komitmen akan masa depan.

“Di sinilah para guru dari SMP PGRI 2 Denpasar menempa diri dengan harapan, bahwa ketika mereka kembali ke ruang kelas, mereka membawa lebih dari sekadar pengetahuan. Mereka membawa harapan baru, cara pandang baru, dan cara mengajar yang menyentuh lebih dalam,” sebutnya. 

Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, mengapresiasi pelaksanaan workshop review kurikulum yang digelar SMP PGRI 2 Denpasar. Terlebih tahun ini sudah diberlakukan pembelajaran deep learning, yaitu pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam dan penerapan pengetahuan, bukan sekadar hafalan.

Menurut Agung Wiratama, deep learning ini sebuah perjalanan intelektual dan spiritual yang mengajak para guru menembus batas-batas pembelajaran biasa menuju kedalaman makna dan nilai. Ia berharap pendidikan bermutu akan lahir dari proses yang menyentuh hati dan menggugah pikiran.

Deep learning bukan hanya soal metode, tetapi tentang roh pembelajaran itu sendiri. Kita ingin guru-guru kita menjadi pelita yang mampu menyalakan api berpikir dalam diri peserta didik,” ujarnya.

Erry Trisna Nurhayana, S.Pd., M.Pd., selaku pengawas sekolah hadir sebagai narasumber utama. Dengan kepiawaiannya, ia membimbing para pendidik untuk memahami konsep dan praktik deep learning, pembelajaran yang tidak berhenti di permukaan, tetapi menyelam hingga ke dasar pemahaman, hingga peserta didik mampu mengaitkan ilmu dengan realitas hidup mereka. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.