MDA Larang Unjuk Rasa Selama “Gering Agung”

  • Whatsapp
Putra Sukahet. Foto: ist
BENDESA Agung MDA Provinsi Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet. foto: ist

DENPASAR – Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali mengeluarkan surat Keputusan No: 08/SK/MDA-PBali/X/2020 tentang Pembatasan Kegiatan Unjuk Rasa di Wewidangan Desa Adat di Bali Selama Gering Agung Covid-19. 

Dalam keputusan itu, MDA mengingatkan seluruh krama desa adat, krama tamiu, dan tamiu yang ada di wewidangan desa adat di Bali, di mana NKRI merupakan negara hukum yang berdasarkan Pancasila sehingga permasalahan semestinya diselesaikan dengan cara musyawarah atau melalui mekanisme hukum yang konstitusional. 

Bacaan Lainnya

Selain itu, hendaknya para krama tersebut melaksanakan tuntunan agama, mengedepankan musyawarah dengan semangat menyama braya, gilik saguluk para-sparo, salunglung sabayantaka, sarpanaya.

Dalam keputusan itu, juga melarang kegiatan unjuk rasa selama gering agung Covid-19 yang melibatkan peserta lebih daripada seratus orang di setiap wewidangan desa adat. Kepada para prajuru desa adat se-Bali, diminta untuk melaksanakan keputusan ini bersama-sama krama desa adat, krama tamiu dan tamiu di wewidangan desa adat yang dikoordinasikan dan dikendalikan oleh pecalang desa adat masing-masing dengan penuh disiplin, tertib dan bertangungjawab.

Prajuru Majelis Desa Adat di semua tingkatkan selalu melaksanakan koordinasi, komunikasi dan pemantauan pelaksanaan keputusan ini secara seksama dengan penuh disiplin, tertib dan bertanggung jawab. 

Baca juga :  Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah 755, Positif 857, Meninggal 43 Orang

Keputusan itu pun ditandatangani Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet pada Senin (12/10/2020). ‘’Dalam menyikapi perbedaan pandangan tentang Undang-Undang Cipta Kerja hendaknya juga dilakukan sesuai dengan tuntunan agama, konstitusional, cara baik dan elegan, jauh dari kekerasan, anarkis dan jangan terprovokasi dengan berita-berita hoaks yang tidak benar,” imbaunya. 

Pihaknya juga mengingatkan agar jangan merusak Bali yang telah dibangun dengan susah payah ini. “Mari kita selesaikan masalah dengan sebaiknya. Karena masalah pasti selesai sehingga Bali yang sangat kita cintai ini tetap rukun, indah, aman dan damai membahagiakan,” tandasnya. 019

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.