KARANGASEM – Pemkab Karangasem mendapat proyeksi kuota Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari pemerintah pusat sebanyak 1.283 orang pada tahun 2023.
Hanya, jumlah tersebut dibagi untuk tenaga kesehatan, maupun tenaga pendidik atau guru, dengan tenaga pendidik lebih banyak dibandingkan tenaga kesehatan. Proyeksi yang didapat, 727 untuk guru dan 556 tenaga kesehatan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengelola Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karangasem, I Komang Agus Sukasena, mengungkapkan, jumlah tersebut belum bisa dipastikan. Sebab, perlu dilakukan pemetaan terkait tempat mana saja dan bagian apa yang kosong. Untuk saat ini sudah dilakukan proses pemetaan secara bertahap, dan formasi itu akan diajukan ke pemerintah pusat.
“Formasi ini berdasarkan kondisi yang ada saat ini. Seperti misalnya di mana ada sekolah yang gurunya belum lengkap, atau fasilitas kesehatan yang tenaga kesehatannya belum lengkap,” ujarnya, Jumat (24/2/2023).
Dia menyebut kemungkinan formasi akan diajukan pada bulan Maret atau awal April mendatang. Sukasena tak memungkiri jumlah proyeksi itu bisa saja berkurang jika hasil pemetaan didapat lebih sedikit dari jatah proyeksi.
“Kalau seumpama jumlah yang dibutuhkan lebih sedikit, nanti formasinya berkurang. Kalau butuh 100 tapi dapat jatah 500, mau dibawa ke mana? Rumahnya tidak ada,” terangnya.
Selain mencatat jumlah yang dibutuhkan, pemetaan itu juga mendata tempat mana yang memerlukan posisi apa, karena nantinya pelamar PPPK langsung mengirim lamaran ke tempat dimaksud. “Seperti di SD Tenganan ada kekurangan guru penjaskes, maka lamaran untuk itu langsung dikirim ke sana,” pungkasnya. nad























