Masyarakat Perlu Lebih Sabar Hadapi Covid-19

  • Whatsapp
ILUSTRASI - Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah dibuka untuk penerbangan internasional sejak 14 Oktober lalu, tapi sampai saat ini belum ada turis asing yang datang ke Bali.

Oleh Made Nariana

SEJUMLAH komponen pariwisata Bali rupanya “gregetan” menghadapi kondisi akibat wabah Covid-19. Selama bulan November 2021, turis domestik sudah ramai ke Bali, akibat kelonggaran PPKM yang dilakukan pemerintah.

Bacaan Lainnya

Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah dibuka bagi penerbangan internasional. Namun sampai saat ini turis asing belum muncul juga, karena mereka di negaranya tidak dibolehkan ke luar negeri. Ya… kita harus sabar sebab di Eropah Covid melonjak drastis, sehingga beberapa negara kembali melakukan lockdown!.

Ekonomi Indonesia, khususnya Bali memang lesu selama dua tahun belakangan ini. Menjelang akhir tahun 2021, mulai menggeliat, karena wabah dunia yang mematikan mulai melandai. Bahkan pemerintah Bali melalui Gubernurnya mendapat penghargaan – dianggap salah satu terbaik dalam menangani wabah tersebut bersama sejumlah gubernur di Indonesia.

Konon, berdasarkan pertimbangan bahwa di sejumlah negara Eropah — Covid19 melonjak lagi, di mana sejumlah Rumah Sakit dipenuhi kembali pasien Corona, maka Indonesia memperketat pergerakan orang (manusia). Apalagi dalam menyambut Natal dan Tahun Baru akhir Desember 2021.

Berdasarkan Instruksi Mendagri (Imendagri) Nomor 62 Tahun 2021, berlaku mulai 24 Desember sampai 2 Januari 2022, diberlakukan pembatasan tertentu. Istilah kasarnya Bali yang sebelumnya level 2 dalam PPKM, kembali ke level 3. Regulasi inilah yang ditentang sejumlah komponen pariwisata Bali, sampai mengirim surat kepada Presiden Jokowi.

Baca juga :  Cegah Covid-19, 378 PNS Tabanan Dilantik Virtual

Isi Imendagri terakhir itu antara lain; mengimbau masyarakat tidak bepergian selama perayaan tahun baru, mengaktifkan kembali fungsi Satgas Penanganan Covid19, perketat protokol kesehatan (prokes) khususnya di Gereja, tempat wisata, mall. Larangan cuti bagi ASN, TNI dan anggota Polri. Buruh dan pekerja juga diminta supaya menunda cuti.

Akibat aturan ini, artinya perjalanan orang khususnya kembali “tersendat” jika mau melancong ke Bali. Hal inilah yang tidak dikehedanki masyarakat Bali, khususnya komponen parwisata yang belakangan mulai menggeliat……

Saya yakin maksud pemerintah pasti baik. Bupati Badung Giri Prasta yang daerahnya terkena akibat Imendagri tersebut juga menyatakan, akan tunduk dengan instruksi Pemerintah Pusat.

Apa yang dilakukan pemerintah pusat tersebut, akibat melihat perkembangan melonjaknya Covid di sejumah negara Eropa. Sebagai bagian dari kehidupan global, Indonesia dapat saja terimbas dengan kondisi dunia tersebut.

Semua pihak setuju ekonomi penting bagi rakyat. Tetapi kesehatan masyarakat juga penting. Politik keseimbangan itu yang dilaksanakan Presiden Jokowi dalam menangani Covid19, sehingga mendapat penghargaan dari dunia termasuk WHO (organisasi kesehatan dunia).

Presiden tidak mengambil policy lockdown sebagaimana keinginan kaum oposisi atau mereka yang bersebrangan dengan pemerintah. Tapi melaksanakan kebijakan “tutup-buka” alias PPKM.

Oleh karena itu, kembali diuji kesabaran kita bersama dengan harapan mulai awal Januari 2022, kehidupan ekonomi dan kesehatan masyarakat makin normal.

Baca juga :  MDA Dinilai Batasi Peluang Jadi Prajuru Adat

Tidak perlu caci-maki, marah-marah, memfitnah, membully di media sosial apalagi menuduh pemerintah pusat ingin “mematikan” Bali. Tidak ada itu. Imendagri itu berlaku bagi semua daerah di tanah air.

NKRI tanpa Bali tidak ada artinya. Apalagi di dunia, nama Bali lebih terkenal dari nama Indonesia! Hidup Bali, hidup NKRI. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.