Mantan Altet Angkat Berat dan Binaraga Bali, Agung Rai Supartha Tutup Usia

  • Whatsapp
ALMARHUMAH Anak Agung Ketut Rai Supartha disemayamkan di rumah duka, Jero Gede Lanang Tegeh Lemintang (Jalan A. Yani Denpasar) sebelum dipelebon Minggu (28/11/2021) lusa. foto: ist

DENPASAR – Dunia olahraga Bali berduka, menyusul salah satu mantan atlet angkat berat dan binaraga (PABBSI Bali), A.A. Ketut Rai Supartha tutup usia pada Senin (22/11/2021) dinihari. Kini almarhumah disemayamkan di rumah duka, Jero Gede Lanang Tegeh Lemintang (Jalan A. Yani Denpasar) sebelum dipelebon Minggu (28/11/2021). Sementara Kamis (25/11/2021) berlangsung prosesi Upacara Nyiramin Layon (memandikan jenazah).

Agung Rai Supartha aktif sebagai atlet era 70-an hingga pertengahan tahun 1980-an. Bahkan saat itu, dia menggeluti binaraga dan angkat berat yang mana kedua cabang olahraga itu masih dalam naungan PABBSI (Persatuan Angkat Besi, Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia).

Bacaan Lainnya

”Selama karirnya di PABBSI Bali, ajik (ayah) berhasil meraih 3 medali perak dan 2 perunggu termasuk ikut membela Bali di ajang Pra-PON. Hanya tahunnya, saya lupa. Tetapi medalinya masih ada, begitu juga foto-foto dokumen beliau saat mengikuti kejuaraan bertaraf nasional, masih rapi tersimpan,” tutur AA. Alit Supartana, S.Pd, putra ketiga almarhum.

Dilihat dari raihan medalinya, almarhum termasuk atlet berprestasi yang mengharumkan nama Bali. Namun sayang, tidak ada satu pun ucapan belasungkawa dari insan olahraga, baik dari PABSSI Bali, KONI Denpasar maupun KONI Bali.

Baca juga :  Update Covid-19 di Bali: Pasien Sembuh 172, Tambahan Positif 132, Meninggal 6 Orang

Ucapan berdukacita justru datang dari Wali Kota, Wakil Walikota dan Sekda Kota Denpasar dengan mengirimkan karangan bunga. Itu pun mungkin karena kafasitas putra pertama almarhum yakni AA. Ketut Sucipta, ST yang kini menjabat Kepala Desa Dauh Puri Kaja.

Setelah pensiun dari dunia olahraga, almarhum memang belum tersentuh bantuan apa pun dari insan olahraga. Rutinitas sehari-harinya membantu istrinya Jro Menuh berjualan ayam potong di Pasar Kumbasari Denpasar. Almarhum juga punya profesi sebagai tukang jahit busana (baju dan celana).

Menurut Alit Supartana, almarhum memang punya riwayat penyakit sesak nafas. Dan pada saat Hari Raya Kuningan, penyakit yang dideritanya kumat walau tidak terlalu parah. ”Saat dibawa ke RS Wangaya, ajik dalam kondisi sadar sehingga dibonceng kakak dengan sepeda motor dan saya mengikuti dari belakang,” ungkap mantan pemain Gelora Dewata itu.

Setelah mendapat perawatan tim medis, almarhum akhirnya menjalani rawat inap. Kondisinya juga semakin membaik, bahkan sempat ngobrol dengan kempat putra-putrinya. Tapi keesokan harinya Minggu (21/11/2021) sore, kondisinya ngedrop lagi, sehingga harus menjalani perawatan di ICU. Dan Senin (22/11/2021) dinihari sekitar pukul 00.04, Agung Rai Supartha akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dalam usia 78 tahun.

Almarhumah yang juga salah satu tokoh (panglingsir) Jero Gede Lanang Tegeh Lemintang ini, meninggalkan seorang istri (Jro Menuh) dan dikaruniai 8 orang cucu dari keempat putra-putrinya (AA. Ketut Sucipta, AA, Made Ayu Supartini, AA. Alit Supartana dan AA. Ngurah Bagus Supartama).

Baca juga :  Dipicu Masalah Perempuan, Tiga Pemuda Main Keroyok

”Kami merasa sangat kehilangan sosok yang jadi panutan keluarga, kami tidak punya firasat apa-apa sebelum ajik meninggalkan kami begitu cepat,” kata Alit Supartana seraya berharap almarhumah dimaafkan jika ada yang salah semasa hidupnya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.