Majukan Pendidikan, Komite dan Kepala Sekolah Harus Sefrekuensi

KABID Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Putu Gede Astara (2 dari kiri) saat sosialisasi SPMB yang menghadirkan ketua komite SD se-Kota Denpasar, Selasa (6/5/2025). Foto: tra
KABID Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Putu Gede Astara (2 dari kiri) saat sosialisasi SPMB yang menghadirkan ketua komite SD se-Kota Denpasar, Selasa (6/5/2025). Foto: tra

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Komite sekolah dan kepala sekolah harus sefrekuensi dalam arti memiliki visi, misi, dan tujuan yang sama terkait dengan peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini penting untuk memastikan sinergi dan efektivitas kerja sama dalam menjalankan roda sekolah.

Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Putu Gede Astara, menegaskan hal itu saat sosialisasi SPMB yang menghadirkan ketua komite SD se-Kota Denpasar, Selasa (6/5/2025).

Bacaan Lainnya

“Komite sekolah dari kepala sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama memajukan pendidikan. Ini artinya komite sekolah memiliki peran yang sangat penting. Kalau komite tidak sampai satu frekuensi dengan kepala sekolah mustahil akan memunculkan prestasi. Demikian pula sebaliknya,” tegas Astara.

Astara mengungkapkan, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 75  Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, komite sekolah diartikan sebagai lembaga mandiri yang beranggotakan orangtua/wali peserta didik,  tokoh masyarakat, dan komunitas sekolah yang peduli pendidikan. Fungsi komite sekolah adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan.

Demi menjaga hubungan baik antara komite dengan pihak sekolah, Astara menambahkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Di antaranya, guru dan kepala sekolah harus bersikap jujur dan keterbukaan bahwa tidak ada informasi penting yang harus ditutup-tutupi dari komite sekolah. Terutama dalam hal keuangan sehingga dapat selalu menimbulkan rasa saling percaya.

Membina hubungan kekeluargaan dengan senantiasa selalu melibatkan komite terlibat dalam segala kegiatan sekolah. Sehingga dapat meningkatkan rasa kepedulian antar kedua belah pihak.

Menunjukkan sikap menghormati yang ditunjukkan dalam bentuk ucapan, sikap, dan tindakan sebagai rasa hormat dan senang bekerja sama kepala sekolah dan guru harus disiplin dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan berbagai kegiatan atau event sekolah sehingga menjadikan komite sekolah percaya kepada pihak sekolah sehingga komite menjadi senang bekerjasama. Sehingga pekerjaan berat yang dihadapi sekolah menjadi terasa ringan dengan adanya kerja sama komite sekolah.

Pihak sekolah harus menunjukkan sikap membutuhkan komite sekolah. Sebelum melaksanakan sebuah event maka sekolah bisa mengundang komite untuk memberikan ide dan masukan. Hal ini sebagai salah satu cara sekolah menunjukkan sikap menghargai keberadaan komite.

“Dengan selalu melibatkan komite sekolah dalam berbagai kegiatan sekolah maka akan meningkatkan rasa memiliki yang dialami oleh komite. Komite sekolah bangga bahwa keberhasilan sekolah sebagai bagian dari keberhasilannya juga,” kata Astara. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

2 Komentar

  1. Sangat luar biasa, perlu juga kebutuhan siswa yang mengantongi seni budaya lebih mendapatkan prioritas lebih terimakasih