Lonjakan Kasus Covid-19 di Jembrana, Bupati Artha Sebut Kedisiplinan Kendur

  • Whatsapp
Bupati Jembrana, I Putu Artha. Foto: ist
Bupati Jembrana, I Putu Artha. Foto: ist

JEMBRANA – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Jembrana kian hari terus mengalami peningkatan. Mirisnya lagi, Jembrana kembali masuk zona merah penularan.Bupati Jembrana, I Putu Artha, mengatakan, penyebab meningkatnya kasus Covid-19 diJembrana banyak faktor. Di antaranya menurunnya tingkat disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Harus kita akui sekarang masyarakat agak kendur. Kita juga serba salah melakukan penindakan karena keterlibatan masyarakat dalam jumlah cukup besar terjadi saat pelaksanaan kegiatan adat dan agama, khususnya upacara kedukaan,” ungkap Bupati Artha, Selasa (5/1/2021).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Bupati Artha mengatakan, guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus tersebut, jajaran Satgas Covid-19 di Jembrana tidak tinggal diam. Beberapa langkah strategis penanganan dilakukan secara terus-menerus. Di antaranya melakukan giat sosialisasi penerapan prokes turun ke masyarakat. Kegiatan itu secara rutin dilakukan bersama seluruh jajaran terkait.

Selain sosialisasi juga ditindaklanjuti dengan operasi penegakan. Penindakan dimasyarakat juga dilakukan rutin tiap dua hari sekali. Bahkan, jajaran Satpol PP Jembrana turun bersama Kepolisian dan TNI mengadakan operasi penegakan prokes 3M. “Masyarakat terus kami ingatkan agar senantiasa disiplin. Tidak hanya menerapkan 3M, melainkan juga menghindari kerumunan serta menjaga kesehatan lingkungan guna mencegah penularan,” jelasnya.

Baca juga :  Pasien Sembuh Covid-19 di Bali Meningkat 38 Orang, Positif Bertambah 27 Orang

Di sisi lain, Humas Satgas Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha, mengatakan dalam sebulan terakhir memang terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan di Jembrana. Bahkan kini Jembrana kembali masuk zona merah. Secara total, sebutnya kasus positif mencapai 913 orang, pasien sembuh 819 dengan catatan kasus kematian 28 orang.

“Untuk kasus hari ini (kemarin, red) ada penambahan kasus Covid-19 satu orang. Awalnya suspect dirawat di RSU Negara, dinyatakan positif melalui hasil tes swab positif. Sementara yang sembuh ada 4 orang, tiga orang itu sebelumnya dirawat di RSU negara serta satu dirawat di puskesmas,” paparnya.

Arisantha menjelaskan, peningkatan kasusCovid-19 ini ada dari klaster keluarga, klaster perkantoran, dan pelaku perjalanan, serta kegiatan adat dan agama. Oleh karena itu, pihaknya menekankan sangat penting dalam pola penanganan, memikirkan solusi dari hulu sampai hilir. Promosi kesehatan juga harus masif.

“Yang mendominasi akhir-akhir ini klaster keluarga. Dari mana? Ya didapat dari luar. Misalnya ada keluarga yang berkegiatan diluar, membawa virus kekeluarganya. Harapan kita kedepan nanti sudah tumbuh kesadaran tanpa harus melakukan operasi yustisi lagi,” katanya. man

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.