Lolos dari Lubang Jarum, Perseden Penuhi Target Promosi ke Liga Nusantara Usai Tekuk Persema

PENYERANG Perseden Ketut Dedi Setiyawan (kanan) berselebrasi dengan Yulius Larsan usai menjebol gawang Persema, sekaligus gol penentu kemenangan Laskar Catur Muka, pada laga pamungkas Grup D Babak 16 Besar Liga 4 Nasional 2024-2025, di Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Kamis(15/5/2025) petang. foto: yes

POSMERDEKA.COM, SURAKARTA – Tim Perseden Denpasar akhirnya lolos dari lubang jarum, setelah tim satu-satunya wakil Bali itu berhasil mengalahkan Persema Malang 2-1, pada laga pamungkas (ketiga) Grup D Babak 16 Besar Liga 4 Nasional 2024-2025, di Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Kamis(15/5/2025) petang.

Dengan kemenangan itu, tim kebanggaan masyarakat Denpasar ini finish sebagai runner up Grup D dengan nilai 6, berhak lolos ke babak 8 besar sekaligus menggenggam tiket promosi ke Liga Nusantara (Liga 3 Nasional) musim depan. Sementara Pekanbaru FC Riau sebagai juara grup dengan nilai 7.

Bacaan Lainnya

Sukses Perseden memenuhi target ini, juga tak terlepas dari kegagalan rival utamanya Persikoba Kota Batu Malang, yang hanya bermain imbang 0-0 dengan Pekanbaru FC, yang digelar dalam waktu bersamaan di Stadion Kota Barat, Surakarta.

Andai saja Persikoba berhasil mengalahkan Pekanbaru FC minimal 1-0, maka kemenangan Perseden atas Persema tidak akan berarti apa-apa alias tidak lolos ke Liga Nusantara. Keuntungan lain dari hasil seri Pekanbaru FC kontra Persikoba, Laskar Catur Muka -julukan Perseden- tetap akan lolos jika bermain imbang dengan Persema.

”Betul-betul dibuat jantungan melihat pertandingan tadi, apalagi kita ketinggalan lebih dulu,” ucap Exco Askot PSSI Denpasar, Anak Agung Alit Wiartha, yang memantau pertandingan Perseden vs Persema dari live streaming PSSI TV.

”Target prioritas Perseden sudah tercapai, sekarang tinggal bagaimana di babak 8 besar. Mudah-mudahan para pemain bisa tampil lebih lepas,” harap Gung Guntur, sapaan akrabnya, yang tak henti-hentinya mensuport Perseden baik moril maupun materiil.

Secara umum, memang Perseden mengawali laga krusial agak lamban. Sejak peluit kick off ditiup Wasit David Son Sasube dari Kabupaten Kepulauan Talaud, Persema justru langsung tancap gas menekan, dengan harapan memaksimalkan peluang lolos yang dimiliki. Karena hitung-hitungannya, jika Persema menang lebih dari dua gol dan Persikoba kalah, maka mereka yang lolos.

Serangan Persema akhirnya membuahkan hasil setelah gelandang serang Mochammad Ricga Tri Febiyan, berhasil memperdaya kiper Perseden Faizal Hariyono di menit ke-38. Bahkan dua menit berselang, Persema nyaris menggandakan keunggulannya, tapi tembakan striker Muhammad Ridwan masih bisa diblik Faizal Hariyono.

Di sisi lain, Perseden langsung bangkit setelah tertinggal satu gol. Hanya empat menit berselang setelah kebobolan, Perseden berhasil membuat gol balasan, penyama 1-1 di menit 42 melalui sundulan Yulius Larsan Holo, memanfaatkan umpan terukur sang kapten Made ”Mucin” Antha Wijaya. Kerasnya tandukan Larsan, mematikan jangkauan kiper Persema Mulyadi Rani.

Babak Kedua
Selepas dari kamar ganti, permainan Perseden semakin hidup di babak kedua, sementara Persema mengimbangi dengan serangan balik. Di paruh babak kedua, Pelatih Kepala Perseden Anak Agung Ketut Bramastra memasukkan striker Ketut Dedi Setiyawan, dengan menarik I Wayan Rival Adi Prastama, untuk menambah daya dobrak.

Pergantian yang dilakukan coach Bram memang moncer. Baru enam menit di lapangan Dedi langsung mencetak gol kemenangan Perseden. Lagi-lagi kreatornya adalah sang kapten Mucin, karena umpannya berhasil disambut Dedi dengan sundulan mematikan yang sulit dihalau kiper pengganti Jhordy Bachtiar Putra Pradana.

Unggul 2-1 membuat Perseden semakin di atas angin, mendominasi jalannya pertandingan. Di sisi lain, juga terjadi ketegangan karena saat Perseden unggul, Persikoba meningkatkan intensitas tekanannya untuk memaksakan kemenangan. Tapi mereka sulit membongkar pertahanan Pekanbaru FC.

Rasa plong hadir saat duel Pekanbaru FC vs Persikoba barekhir imbang tanpa gol, sedangkan Perseden masih melanjutkan pertandingan babak tambahan waktu 4 menit. Akhirnya sampai peluit panjang skor 2-1 untuk Perseden bertahan.

Dalam pertandingan terbilang keras itu, Wasit David mengeluarkan 8 kartu kuning yang dibagi rata kedua tim. Empat untuk Persema yang diberikan kepada Rahmatullah, Aan Sesario, Muhammad Reza Rahmadiputra dan Galih Tri Ageng Wicaksono. Sedangkan pemain Perseden menerima kartu kuning yakni; Asep Tri Wahono, Made Antha Wijaya, Firman Nur Assydhiq dan Kurniawan Heru Prasetyo.

Usai laga tersebut, coach Bram mengaku bersyukur timnya bisa melewati laga krusial itu dengan kemenangan, sekaligus target promosi Perseden bisa tercapai. Tentu saja 9 pertandingan putaran nasional (3 X babak 64 besar, 3 X babak 32 besar dan 3 X babak 16 besar) yang menguras energi.

”Kerja keras pemain berbuah hasil sesuai target. Ini berkat dukungan dan doa masyarakat Bali dan Denpasar khususnya. Yang tak kalah penting dukungan Wagub Bali, Wali Kota Denpasar dan wakilnya, serta para pengurus Askot PSSI Denpasar,” pungkasnya. yes

SUSUNAN PEMAIN

Perseden: Faizal Hariyono (g), Asep Tri Wahono, Firman Nur Assydhiq, Made Antha Wijaya (c)/Fauzi (86), Kurniawan Heru Prasetyo/Komang Aldita Maha Putra (86), Yulius Larsan Holo, Kadek Yoga Prasetya, I Wayan Rival Adi Prastama/Ketut Dedi Setiyawan (59), Gerry Wilson Umbu Hanji, Antonius Emanuel Sina/Mohammad Fadly Surya Saputra (43), Putu Melka Yasa Adi Putra.

Pelatih: AA. Ketut Bramastra

Persema: Mulyadi Rani (g)/Jhordy Bachtiar Putra Pradana (HT), Rahmatullah, Muhammad Ridwan, Muh. Faizal, Moch. Alfaraby Rosaldy/Muh. Nisar (74), Aan Sesario, Fajar Akbar, Mochammad Ricga Tri Febiyan, Muhammad Zayyin Kirom/Galih Tri Ageng Wicaksono (11), Harjun/Haris Zanuwar Rizki (HT), Muhammad Reza Rahmadiputra/Arjun Ariyanto (56).

Pelatih: Achmad Bustomi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses