POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Meski masih buta kekuatan lawannya, tim Perseden Denpasar menyatakan siap tempur melawan skuad Elang Putih – julukan Persikoba Kota Batu Malang-, pada laga perdana Grup D Babak 16 Besar LIga 4 Nasional, di Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Minggu (11/5/2025) siang.
Dua tim lainnya di Grup D, Persema Malang dan Pekanbaru FC Riau juga akan mengawali laganya pada partai kedua, atau setelah laga Perseden kontra Persikoba. Juara dan runner up grup ini berhak lolos ke babak 8 besar sekaligus mendapat tiket lolos promosi Liga 3 Nasional musim depan.
Saat dikonfirmasi posmerdeka.com Sabtu (10/5/2025) malam, Pelatih Kepala Perseden Anak Agung Ketut Bramastra mengaku masih buta kelebihan dan kekurangan Persikoba. Namun hal itu, bukan menjadi masalah besar karena pelatih yang akrab disapa coach Bram itu, bisa menurunkan tim dengan kekuatan terbaiknya.
”Intinya, secara tim kami siap tempur. Kami akan turun dengan kekuatan penuh (full team). Semua pemain kami juga menyatakan siap tempur dan siap memberikan hasil terbaik di laga perdana ini,” tegasnya.
Manajer Tim Perseden Made Diatmika juga mengungkapkan, para pemainnya sudah siap 100 persen menatap laga perdananya. ”Mudah-mudahan kami diberkati kemenangan,” harap Diatmika seraya mohon doa restu masyarakat Bali, khususnya masyarakat Denpasar.
Sebagaimana diketahui, Persikoba lolos ke babak 16 besar secara dramatis, karena hampir saja tidak lolos. Saat laga penentuan melawan Persimer Merauke (Papua Selatan) di Grup V Babak 32 Besar di Stadion Ketonggo Ngawi, tim besutan pelatih Arief “Keceng” Suyono itu tertinggal 0-1 sampai menit 85.
Namun tak ada yang mustahil dalam sepakbola, sebelum wasit benar-benar meniup panjang bubaran pertandingan 2×45 menit. Lima menit akhir pertandingan, Persikoba tampil tersengat dan meningkatkan intensitas serangan dan berhasil mencetak dua gol.
Gol penyama Persikoba dicetak Faneks Dioniki, setelah tembakan keras jarak jauh mantan bek Malang United itu, akhirnya merobek pojok kanan gawang lawan. Skor pun imbang 1-1 saat laga menginjak usia 86 menit.
Dalam babak tambahan waktu atau injury time empat menit (90+1), gol Alvian Eka Pratama menentukan kemenangan Persikoba. Pemain jebolan Liga Santri PSSI Jawa Timur asal Pondok Pesantren An Harul Ulum Blitar itu, menutup laga dan membawa timnya berbalik unggul 2-1.
Berbanding terbalik dengan perjuangan Laskar Catur Muka -julukan Perseden-, dimana di babak 64 besar dan 32 besar selalu menjadi juara grup. Tetapi sukses itu diraih saat jadi tuan rumah di Stadion Ngurah Rai Denpasar.
Kini saatnya, Made ”Mucin” Antha Wijaya membuktikan eksistensinya di luar kandang. Tiga laga di Grup D akan menentukan langkah Perseden untuk mewujudkan targetnya promosi ke Liga 3 Nasional.
Sebenarnya Askot PSSI Denpasar kembali mengajukan diri menjadi tuan rumah babak 16 besar. Namun PSSI Pusat memutuskan pertandingan babak 16 besar dilangsungkan di tempat netral (Yogyakarta dan Solo).
”Mudah-mudahan benar netralitas. Artinya, pertandingan babak 16 besar ini benar-benar berlangsung fair play. Tidak diwarnai faktor-faktor nonteknis yang merugikan tim,” harap Ketua Umum Askot PSSI Denpasar, Anak Agung Putu Sudirka Yoga Semadi. yes
























