Liga 3 Bali: Drama Penalti ”Mematikan” Iringi Kemenangan PS Jembrana atas East Bali FC

  • Whatsapp
PARA pemain dan ofisial PS Jembrana meluapkan kegembiraan usai mengalahkan East Bali FC 1-0, pada babak semifinal kedua Liga 3 Rayon Bali 2021, di Stadion Dipta, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (14/12/2021) malam. foto: ist

GIANYAR – Gol semata wayang dari drama penalti yang sangat ”mematikan” mengiringi kemenangan PS Jembrana atas East Bali FC Karangasem, pada babak semifinal kedua Liga 3 Rayon Bali 2021, di Stadion Dipta, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (14/12/2021) malam.

Betapa tidak, di saat kedua tim mulai mempersiapkan para algojonya untuk adu kiper (adu penalti), tiba-tiba daerah pertahanan East Bali bak disambar petir. Wasit Wildan Albari dari Kota Denpasar menunjuk titik putih, pas saat pengumuman tambahan waktu 1 babak perpanjangan 2 X 15 menit.

Bacaan Lainnya

Diawali insiden yang semestinya tidak terlalu membahayakan gawang East Bali, center bek Andika Marully Putra mencoba menghalau pergerakan penyerang PS Jembrana Putu Ari Krisnawan hingga terjatuh di petak keramat. Entah itu diving atau memang kaki Andika mengenai kaki Ari Krisnawan, pastinya wasit paling tahu, apa sebenarnya terjadi.

Kontan keputusan wasit langsung menuai protes. Sejumlah pemain East Bali mencoba marangsek dan mendekati sang pengadil, setidaknya mereka berharap meninjau ulang keputusannya, tetapi sia-sia. Wasit Wildan tetap pada pendiriannya, dan hukuman penalti untuk East Bali tidak lagi bisa ditawar-tawar.

Andaikan ada teknologi VAR (Video Assistant Referee) yang bisa membantu wasit untuk membuktikan keputusan seperti Liga-liga di Eropa, mungkin semua pihak pada akhirnya akan tahu apakah itu betul penalti atau tidak.

Baca juga :  Mecaru Resi Gana di Pura Kebo Edan

Sayang, kemajuan teknologi itu belum bisa diterapkan dalam persepakbolaan Indonesia. Jangankan Liga 3, sekelas Liga 1 yang merupakan kompetisi kasta tertinggi di tanah air, belum juga dilengkapi VAR.

Terlepas, apakah penalti itu benar adanya atau berbau kontroversial, yang jelas PS Jembrana mendapat keuntungan pada momen ini. Sang Kapten Putu Ari Gilang Setiawan sebagai eksekutor, sukses menjalankan tugasnya dengan baik.

Tembakan keras Ari Gilang yang mematikan, gagal dibendung kiper Muhammad Arya yang sebelumnya tampil ciamik dengan lebih dari lima kali melakukan penyelamatan luar biasa.

Klop sudah, gol semata wayang dari penalti ”mematikan” karena terjadi di sisa waktu menyakitkan, akhirnya menghantarkan PS Jembrana meraih kemenangan 1-0. Tim besutan duet Pelatih, Abdul Karim dan Darma Putra itu pun berhak menuju partai final.

Mendominasi
Harus diakui, jalannya laga sesama tim kejutan antara Bali Timur dan Bali Barat ini, memang lebih didominasi anak-anak Makepung sejak kick off.

Tetapi pertahanan kokoh East Bali setidaknya sempat membuat barisan penyerang frustasi. Penampilan gemilang kiper Muhammad Arya juga turut andil memaksa PS Jembrana harus melakoni babak tambahan waktu.

Pun dalam babak esktratime, PS Jembrana juga sangat dominan. Mereka terus menekan hingga membuat pemain bertahan East Bali keteteran. Ini juga bisa dilihat lima pemain East Bali terkena kartu kuning karena berjibaku dengan segala upaya mempertahankan daerahnya.

Baca juga :  TNI Bantu Masyarakat Bikin Tanggul di Pantai Lovina

Kelimanya yakni Bagus Pribadi, Putu Ari Arjana, M Rizky, Muhammad Alfarizi dan Andika Marully Putra. Sementara PS Jembrana hanya mendapat satu kartu kuning yang didapat Yaohan Ari Kurnia.

East Bali nyaris saja bisa memaksakan pertandingan harus diakhiri dengan adu kiper. Tapi sayang, upaya-upaya yang telah dilakukan anak-anak dari ujung Timur Pulau Bali gagal gegara hukuman penalti menyakitkan.

”Percuma kami protes wasit, toh akhirnya tetap saja penalti. Kami hanya sayangkan penalti itu terjadi di waktu yang tidak tepat,” ujar Pelatih Kepala East Bali, Budi Santoso usai laga tersebut.

Di sisi lain, para pemain, tim pelatih dan ofisial PS Jembrana larut dalam suasana suka cita menyambut kemenangan tersebut, sebelum mereka kembali ke hotel tempat mereka menginap di kota seni tersebut.

”Para pemain harus segera recovery, karena tak ada waktu istirahat buat mereka. Ini jadwal aneh dalam sepakbola dan mungkin baru kali pertama terjadi. Masa selepas semifinal, besoknya langsung final,” ujar Pelatih Kepala PS Jembrana, Abdul Karim.

Di final, PS Jembrana akan menghadapi Perseden Denpasar yang lebih dulu ke final usai mengalahkan Tunas Muda Ubud Gianyar 3-1. Ini akan menjadi ulangan pertemuan kedua tim di babak penyisihan Grup A Babak 16 besar, kala itu Perseden menang 3-1 di Stadion Pecangakan Jembrana.

Laga final tetap dilangsungkan di Stadion Dipta, Rabu (15/12/2021) malam pukul 19.00 Wita. Sementara pukul 15.00 Wita, akan dilangsungkan pertandingan perebutan juara 3-4 antara, East Bali vs Tunas Muda. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.