KONI Bali Harus Bergerak Cepat, Tentukan Jadwal Porprov 2022 dan Musoprov Karena Jabatan Telah Berakhir

  • Whatsapp
KETUA Umum KONI Badung, Made Nariana. foto: ist

MANGUPURA – Ketua KONI Badung terpilih masa jabatan kedua, Made Nariana mengharapkan Pengurus KONI Bali bergerak cepat. Pertama segera menentukan jadwal Porprov Gotong Royong tahun 2022 dan kedua segera jadwalkan Musorprov KONI Bali karena masa jabatan pengurus sudah berakhir. Hal itu dikatakan Nariana ketika dicercar pertanyaan sejumlah wartawan mengenai persiapan Badung menghadapi Porprov Bali 2022.

Ia mengatakan, jauh sebelum PON Papua 2021, rapat KONI sudah memutuskan menyelenggarakan Porprov Gotong Royong 2022. Sejumlah Pengurus KONI Kabupaten/Kota saat itu ngotot supaya tetap tahun 2022 mengadakan Porprov karena sudah lama atlet tidak bertanding. Namun sampai sekarang belum ada kepastian.

Bacaan Lainnya

Nariana menegaskan, jadwal itu penting, sebab hal itu menyangkut mutasi atlet, persoalan anggaran, penjadawalan latihan dan lain sebagainya. Ajang pertarungan apa pun, mestinya dipersiapkan jauh-jauh hari. Sebab prestasi atlet tidak bisa dilakukan mendadak.

Ketum KONI yang baru saja terpilih kembali dalam Musorkab KONI itu menjelaskan, Pengurus KONI Bali harus segera melaporkan kembali kepada Gubernur Bali, bahwa Porprov Bali tahun 2022 dipastikan waktunya. Selain itu, Pengurus KONI Bali periode ini, juga sudah berakhir masa jabatannya, yang segera harus ditentukan kapan mau melakukan Musorprov.

Baca juga :  Bali Tambah 195 Kasus Positif Covid-19, Pasien Sembuh 64 Orang

Ada rumor, konon mau diperpanjang. Alasannya apa, harus ada dasarnya yang tepat. “Saya berharap disiplin kerja dan disiplin organisasi dilakukan dengan benar sesuai AD/ART KONI. Jangan dibiarkan ngambang,” kata Nariana yang juga mantan Ketua Umum KONI Bali itu.

Atas pertanyaan wartawan, Nariana juga menyesalkan adanya atlet yang sudah bekerja di Badung, KTP Badung, orangtua di Badung, mau mutasi dari kota lain sampai sekarang belum tuntas. Sudah hampir setahun diproses, tidak diselesaikan dengan cepat dan tuntas. Seharusnya insan olahraga bekerja cepat dan tuntas sesuai aturan.

KONI Badung sudah bersurat ke KONI Bali mengenai nasib atlet tersebut. Kalau memang sulit, supaya segera disidangkan Tim Hukum Pengurus KONI, sehingga atlet yang bersangkutan jelas statusnya.

“Regulasi mutasi sudah jelas, tinggal melaksanakan saja sesuai dengan ketentuan. Jangan diulur-ulur, sebab hal itu menentukan nasib seseorang”, kata Nariana seperti jengkel.

Mengenai bagaimana persiapan atlet Badung menuju tahun 2022, Nariana mengatakan sudah mulai melakukan latihan-latihan. Malahan ada sejumlah cabor bersemangat sudah membentuk Tim Bayangan Porprov 2022. Padahal KONI menjadwalkan paling lambat Maret 2022, tim bayangan itu baru terbentuk.

Atas pertanyaan pers mengenai kabinet Pengurus KONI Badung ke depan, Nariana menjelaskan, tidak banyak perubahan. Sejumlah personalia yang selama ini masih dapat diajak bekerja masih bertahan. Hanya ada satu-dua wajah baru, mengganti mereka yang sudah tidak aktif.

Baca juga :  Antisipasi Pulihnya Pariwisata, Pemkab Bangli Diminta Genjot Desa Wisata

“Tim formatur pembentukan Pengurus KONI Badung periode 2021-2025 masih bekerja,tunggu saja,” kata Nariana yang juga mantan Ketua PWI Bali itu. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.