DENPASAR – Melestarikan bahasa Bali antara lain dengan menggunakannya sebagai alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari, terutama di rumah dan masyarakat. Selain bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bahasa Bali juga mesti dipahami secara utuh. Pesan itu disampaikan Ketua DPD PDIP Bali, I Wayan Koster, saat menutup grandfinal lomba cerdas cermat susastra Bali untuk tingkat SD, SMP dan SMA di aula DPD PDIP Bali, Rabu (1/6/2022).
Menurut Koster, kekayaan Bali hanyalah kebudayaan, karena tidak punya sumber daya alam. Tidak ada daerah atau negara lain memiliki kebudayaan yang unik dan unggul seperti Bali. Oleh sebab itu, para pelajar sebagai generasi penerus kebudayaan Bali, wajib melanjutkan dinamikan kebudayaan Bali agar tetap ajeg.
‘’Makanya kita harus memahami bahasa Bali secara utuh, pergunakan sebagai alat komunikasi di rumah dan masyarakat. Perlu kita belajar bahasa asing seperti bahasa Inggris, China dan lainnya, tapi itu untuk keperluan bekerja,’’ ucapnya dalam kegiatan yang diikuti peserta seluruh Bali, dan dihadiri para pengurus DPD PDIP Bali itu.
Terkait komitmen dan aksi menjaga kelestarian budaya Bali, Koster mengklaim hanya PDIP sebagai satu-satunya partai yang membuat acara semacam ini. Penguatan budaya juga dilakukan dengan mengimplementasikan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, oleh kader PDIP yang menjabat kepala daerah. ‘’Kami tidak hanya mencari suara saat pemilu, tapi betul-betul bekerja menjaga Bali. Ini adalah partai idelogis sesuai ajaran Tri Sakti Bung Karno, khususnya terkait berkepribadian dalam kebudayaan,’’ urainya.
Koster juga memuji antusiame peserta dan guru pendamping, yang begitu semangat hadir. Sebagai apresiasi sekaligus menguji wawasan kebudayaan Bali para siswa, Koster memberi tiga kuis seputar program Pemprov Bali terkait pelestarian kebudayaan. Sesi ini membuat riuh suasana, karena peserta berlomba-lomba mendapat kesempatan menjawab. Bagi yang menjawab tepat, diganjar hadiah Rp1,5 juta. Jika kurang tepat hadiahnya Rp1 juta. ‘’Ayo yang bisa jawab, maju, maju,’’ seru Koster sambil terkekeh melihat antusiasme siswa.
Salah seorang peserta tingkat SMP, yang ditemui usai lomba, mengaku gembira dengan lomba susastra Bali ini. ‘’Senang bisa juara. Nanti hadiah dibagi empat dengan teman-teman,’’ komentar Elvita, siswa dari Karangasem.
Sebagai juara lomba bahasa Bali, apakah di rumah biasa memakai bahasa Bali? ‘’Iya, pakai bahasa Bali, gado-gado, campur bahasa Indonesia. Tapi bisa kok kalau diajak bahasa Bali halus,’’ jawabnya percaya diri. hen























