Lansia Semakin Sehat dengan Extra Virgin Olive Oil

dr. Ni Wayan Wildayanti. Foto: IST
dr. Ni Wayan Wildayanti. Foto: IST

BADUNG – Kita semua akan menjadi tua, karena proses penuaan (aging process) tidak bisa kita hindari. Namun, bagaimana cara supaya hari tua kita nanti manjadi lansia sehat, mandiri, bahagia dan bisa meminalkan serta mencegah terjadinya penyakit kronis? Ini tentu menjadi cita-cita setiap orang.

Tercapai atau tidaknya harapan itu bergantung pada komitmen kita sejak dini untuk menjaga imunitas, menerapkan pola hidup sehat, mengatur pola pikir dengan mengurangi stres, mengatur pola makan dengan makanan yang cukup nutrisi, serta mengatur pola tidur supaya metabolism tubuh bekerja dengan optimal.

Bacaan Lainnya

Lansia semakin hari semakin bertambah, karena angka harapan hidup semakin baik dan meningkat tiap tahunnya. Dengan bertambahnya usia, akan banyak penyakit kronik seperti penyakit cardiovaskuler (gangguan pembuluh darah) seperti tensi tinggi, penyakit jantung dan stroke yang meningkat kasusnya setiap tahun.

Mengutip dari Guidline AHA (American Heart Association), kita disarankan untuk memperbanyak makan sayur dan buah-buahan serta konsumsi minyak baik seperti extra virgin olive. Pada beberapa penelitian, didapatkan kandungan Hydroxytyrosol dalam extra virgin olive oil mempunyai keuntungan sebagai antioksidan, anti-peradangan dan mencegah terjadinya plak pembuluh darah.

Baca juga :  Dongkrak Layanan Kesehatan, Klungkung Gandeng KKI

Karena itu, baik untuk menanambahkan hydroxytyrosol dalam makanan. Extra virgin olive oil mengandung antioksidan yaitu asam oleat (omega 9) yang baik untuk kesehatan tubuh. Penting bagi kita, dan khususnya lansia, untuk konsumsi extra virgin olive oil. Ada banyak jenis makanan yang mengandung extra virgin olive oil, seperti beberapa susu formula, beberapa merk minyak maupun biskuit sehat dengan kandungan yang beranekaragam.

Kita juga mesti jeli memilih kandungan bahan, jenis bahan yang terkandung didalamnya untuk mencukupi kebutuhan nutrisi. Untuk lansia yang punya penyakit kronis, takaran konsumsi disesuaikan dengan kebutuhan kalori dan status gizi pasien supaya efeknya bisa optimal. Pun mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis gizi klinis Anda. dr. Ni Wayan Wildayanti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.