Langgar Prokes, Tim Yustisi Jaring 23 Orang

  • Whatsapp
SALAH seorang warga yang kedapatan tidak memakai masker saat operasi yustisi protokol kesehatan, Selasa (29/9/2020) di Denpasar. foto: ist

DENPASAR – Dalam upaya pencegahan pengendalian Covid-19, Tim Yustisi Gabungan Kota Denpasar terus melaksanakan operasi penertiban disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes).  Kali ini, Selasa (29/9/2020) kegiatan mengambil lokasi di Gelogor Carik Pemogan, Jalan Gunung Soputan, dan Jalan Sudirman depan Pengadilan Negeri Denpasar. 

Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga, mengatakan, dalam kegiatan operasi ini pihaknya menjaring 23 orang. Dari jumlah yang dijaring tersebut, 19 orang tidak menggunakan masker dan 4 orang menggunakan masker tapi tidak benar.

Bacaan Lainnya

Bagi yang tidak menggunakan masker dikenakan denda Rp100 ribu sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali. Sementara bagi warga yang menggunakan masker tidak benar diberikan sanksi sosial dan pembinaan.

Lebih lanjut dia menyampaikan, operasi prokes ini akan terus dilakukan agar masyarakat mengerti dan sadar pentingnya mengikuti dan taat pada penerapan prokes dalam upaya pencegahan penularan Covid-19. “Kalau masyarakat tidak taat pada protokol kesehatan, maka penularan Covid-19 akan semakin banyak terjadi khususnya di Kota Denpasar,” ujarnya.

Dewa Sayoga kembali menegaskan, kegiatan ini bukan semata-mata mencari kesalahan orang, namun untuk mengedukasi masyarakat bahwa mengikuti prokes itu sangat penting, sehingga penularan Covid-19 dapat dicegah.

Baca juga :  Bulan Bung Karno, PDIP Salurkan 20 Ton Beras ke Panti Sosial

Ia menambahkan sebelum operasi yustisi ini dilaksanakan, pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait Pergub Nomor 46 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan. “Bagi yang terjaring harus menyadari kesalahan dan tak lagi melanggar,” tegasnya. 026

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.