Langgar Jam Operasional, Tujuh Kafe Remang Diancam Ditutup

  • Whatsapp
KASATPOL PP Gianyar, Made Watha. Foto: adi
KASATPOL PP Gianyar, Made Watha. Foto: adi

GIANYAR – Membandel buka melewati  jam operasional, tujuh kafe remang-remang di Kabupaten Fianyar, terancam yang ditutup. Hal itu ditegaskan Kasatpol PP Gianyar, Made Watha, Senin (1/3/2021).

‘’Ada tujuh kafe yang berlokasi di lingkungan kota Gianyar dan Bypass Ida Bagus Matra lingkungan Siut, Tulikup, kami panggil hari ini (kemarin),’’ jelasnya.

Bacaan Lainnya

Ditambahkannya, pemilik kafe dipanggil karena membandel terkait jam operasional yang melewati batas. Padahal sudah diperingatkan. ‘’Mereka sebelumnya sudah kami peringatkan, karena sudah 2 kali melanggar, tapi kalau sampai 3 kali kita tutup permanen,’’ lanjutnya.

Disisi lain, kata dia, ada juga kafe yang kucing-kucingan dengan Satpol PP. Yaitu kafe tutup saat Satpol PP datang, namun akan buka kembali saat petugas sudah pergi. ‘’Ketika kita datang mereka tutup, setelah kita pergi mereka buka lagi. Sebenarnya dari segi protokol kesehatan mereka memenuhi, tapi dari segi jam operasional itu mereka melanggar,’’ imbuh Watha.

Sejatinya pihaknya tidak melarang orang untuk mencari hiburan, hanya saja dalam masa pandemi pihaknya meminta semua pihak agar bisa memahami dan mengerti untuk sama-sama menjaga kesehatan. Meskipun sejauh ini tidak ada klaster kafe ramang yang muncul.

Baca juga :  Aplikasi ''Bumdesku'' Desa Kesiman Kertalangu Ditunjuk Kemendagri jadi Percontohan Nasional

‘’Pelanggan masih tetap sama seperti dulu sebelum pandemi,  entah dipakai ngibur, atau bagaimana, yang penting harus tetap mematuhi jam operasional,’’ bebernya.

Ia pun memastikan dalam pengamatannya tidak ada kafe yang menyediakan prostitusi. Ia menyebutkan ada sekitar 35 kafe remang di Kabupaten Gianyar dan sebagian besar berlokasi di seputaran Bypass Ida Bagus Mantra dan Darmagiri. Parahnya lagi semua tempat tersebut tidak memiliki izin resmi. ‘’Tapi setiap hari kami lakukan patroli untuk pengawasan, agar tidak ada penyebaran Covid-19,’’ pungkasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.