Lagu Daerah Bali Jadi Andalan Penguat Kebudayaan

  • Whatsapp
KRIYALOKA lagu daerah Bali di Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (11/3/2020). Foto: eriadi ariana
KRIYALOKA lagu daerah Bali di Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (11/3/2020). Foto: eriadi ariana

DENPASAR – Memantapkan materi parade lagu daerah Bali pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-42, Dinas Kebudayaan Bali menggelar kriyaloka (workshop) lagu daerah Bali. Kriyaloka dilaksanakan di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (11/3/2020).

Agenda kriyaloka menghadirkan pencipta lagi Bali, Gusti Putu Rakadhanu. Ia pun menceritakan sejarah perkembangan lagu  Bali, mulai dari terbentuknya Band Putra Dewata, pimpinan AA Made Cakra (1960)  kehadiran I Gede Darna (Singaraja), dan seterusnya.

Bacaan Lainnya

‘’Perkembangan lagu Bali tahun 1960 oleh Band Putra Dewata berlangsung hingga September 1965. Sempat terhenti karena ada peristiwa G30S/PKI. Beberapa tahun kemudian, antara 1969 dan 1970 bermunculan siaran langsung lagu-lagu ciptaan AA Made Cakra lewat stasiun-stasiun radio swasta yang hanya diiringi gitar tunggal,’’ tuturnya.

Setelah saat itu, band Putra Dewata kemudian perlahan bangkit. Semua lagu AA Made Cakra tersebut sangat kental dengan nuansa Bali dengan notasi pentatonis. Barulah kemudian muncul pencipta-pencipta milenial menggebrak Bali dengan lagu-lagu diatonis berbahasa Bali. ‘’Pada tahun 1978, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra yang saat itu menjabat Gubernur Bali mengadakan lomba cipta lagu Bali. Dari lomba tersebut, lagu-lagu yang menang dijadikan lagu wajib dan lagu pilihan pada PKB. Kriteria lomba diwajibkan notasinya memakai laras pelog atau selendro, sesuai dengan laras gamelan Bali. Hal ini bertujuan agar identitas Bali tetap terjaga atau tidak punah,’’ katanya.

Baca juga :  Di Bali, Positif Covid-19 Bertambah 22 Orang, Didominasi Transmisi Lokal

Terkait penjurian parade lagu Bali di PKB, Rakadhanu berharap juri yang terpilih tidak boleh merangkap menjadi pembina atau pelatih untuk menjaga independensi. ‘’Juri tidak boleh menjadi pembina, juri tidak boleh menjadi pelatih. Kalau juri jadi pembina atau pelatih, bisa kacau,’’ katanya.

Rakadhanu bersyukur tahun ini kriyaloka dapat digelar, yang menghadirkan peserta dan pembuna. Dengan demikian, katanya, kriteria penciptaan dan penilaian akan lebih sampai kepada peserta yang akan mengikuti parade lagu daerah Bali. “Dulu sewaktu saya menjuri, saya khawatir. Sebab, saat pertemuan teknis, yang datang malah kepala dinasnya, bukan peserta atau pelatihnya. Sehingga ketika pertemuan teknis terjadi perubahan kriteria, dan itu pun tidak disampaikan kepada peserta dan pelatih di daerahnya. Akhirnya saat tampil, mereka masih menggunakan kriteria lama,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Wayan ‘Kun’ Adnyana mengatakan, hilirisasi penguatan dan pemajuan kebudayaan yang paling dinikmati masyarakat adalah lagu daerah Bali. Pulau Dewata memiliki kebanggaan bahwa budaya Bali juga dilestarikan lewat lagu-lagu yang mudah diterima oleh berbagai kalangan usia. Lewat parade lagu daerah Bali, ia menilai juga menjadi wahana pembangunan karakter generasi muda Bali ke depan.

‘’Dulu mungkin kaum muda atau kaum milenial itu risih mendengar lagu daerah Bali, apalagi menyanyikannya. Tapi sekarang itu justru menjadi habit atau kebiasaan, dan malah menjadi kebanggaan. Banyak penyanyi muda dan mengusung lagu berbahasa Bali,’’ katanya.

Baca juga :  Antisipasi Corona, Pemkab Bangli Minta Warga Jaga Jarak Belanja di Pasar

Diharapkan, materi lagu yang diciptakan tidak hanya bertutur tentang keindahan, tapi di dalamnya juga harus diselipkan tuntunan, etika, motivasi kehidupan yang optimistik, kegairahan semangat masyarakat. “Kami ingin tema-tema yang diangkat membangkitkan optimisme. Lagu seperti juga di masa lalu, memiliki peran menyemangati perjuangan kemerdekaan, persatuan dan pembangunan bangsa. Harapannya lagu daerah Bali juga ada pada titik itu,’’ katanya. 015

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.