Lagi, 33 Pedagang Pelataran Pasar Kumbasari di Test Swab

  • Whatsapp
PELAKSANAAN test swab 33 pedagang serta beberapa star Pasar Kumbasari yang sempat bersentuhan dengan belasan pedagang pelataran yang positif covid-19. foto: ist

”Dewa Rai : Ini Upaya Mempercepat memutus Covid-19”

DENPASAR – Guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat baik pedagang dan pengunjung pasca beberapa pedagang pelataran Pasar Kumbasari dinyatakan positif Covid-19, Gugus Tugas Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Kota Denpasar melalui Puskesmas II Denpasar Barat bersama Perumda Pasar Sewakadarma melaksanakan Swab Test kepada para pedagang yang biasa berjualan di kawasan tersebut.

Sedikitnya, 33 orang pedagang serta beberapa staf pasar yang pernah kontak erat dengan pedagang yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 tercatat mengikuti Swab Test guna memastikan status kesehatannya yang dilaksanakan di Pasar Kumbasari, Jumat (12/6/2020).

Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Pasar Badung Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata menjelaskan bahwa pelaksanaan Swab Test ini sebagai tindak lanjut atau screening awal menyikapi beberapa pedagang Pelataran Pasar Kumbasari yang dinyatakan positif Covid-19 sebelumnya.

Baca juga :  Pasca All England, Tim Bulutangkis Indonesia Jalani Karantina Dua Pekan

Selain untuk memastikan kondisi kesehatan pedagang sekitar, hal ini juga sebagai upaya menberikan rasa aman dan nyaman serta sehat bagi pengunjung dan pedagang Pasar Kumbasari.

“Setelah berkordinasi dengan Puskesmas II Denpasar Barat, kami langsung laksanakan Swab Tes untuk pedagang dalam radius 10 meter dari lokasi lapak pedagang yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19,” ujarnya.

Lebih lanjut Gus Kompyang menjelaskan, untuk saat ini lokasi pedagang yang dinyatakan Positif Covid-19, untuk sementara waktu tempatnya ditutup selama 6 hari.

“Untuk keamanan dan keselamatan kesehatan bersama, saat ini pedagang yang bersebelahan akan ditutup selama 6 hari, nanti sambil menunggu hasil Swab Test, apabila hasilnya semua negatif maka pedagang disebelahnya bisa dibuka setelah 6 hari. Untuk mensterilkan lokasi dan seluruh areal pasar, kami lakukan disinfeksi dengan melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari, sehingg lokasi tersebut bisa steril,” ungkapnya.

Baca juga :  Bulan Bahasa Bali, Desa Adat Bitera Gelar Beragam Lomba

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai mengatakan pihaknya belakangan ini Denpasar gencar dan masif melakukan tracing dan testing. “Kami memang saat ini terus secara masif melakuan tracing dan testing terhadap orang yang pernah kontak erat dengan orang yang postif covid 19 sehingga bisa lebih cepat dilakukan bloking dan isolasi atau karantina,” kata Dewa Rai.

Selebihnya, Dewa Rai menjelaskan secara statistik memang angka kasus covid-19 akan kelihatan melonjak tajam, tetapi hal ini sebagai bagian dari strategi untuk mepercepat memutus rantai penularan covid-19, karena dengan diketahui lebih cepat status orang yang terpapar virus corona akan lebih mudah melakukan bloking, isolasi, karantina dan treatmen bagi yang bersangkutan. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.