DENPASAR – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengharapkan acara Temu Informasi Forum Guru Pembina Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) Kota Denpasar dapat membentengi generasi muda dari bahaya HIV/AIDS, serta narkoba. Dengan memberikan pemahaman sejak dini dan berkelanjutan tentang bahaya HIV/AIDS, narkoba termasuk kesehatan reproduksi kepada remaja baik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat, sehingga remaja dan generasi muda memiliki bekal yang cukup untuk membentengi diri dari pengaruh buruk pergaulan bebas dan informasi media sosial yang tidak mendidik.
“Utamanya, dapat menekan persoalan HIV/AIDS,” lugasnya saat membuka Temu Informasi Forum Guru Pembina KSPAN Kota Denpasar di Denpasar, Selasa (14/6/2022).
Dia mengemukakan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Denpasar, secara kumulatif dari tahun 1987 sampai April 2022 kasus HIV yang dilaporkan sejumlah layanan di Kota Denpasar sebanyak 14.177 kasus. Terdiri dari kasus HIV sebanyak 8.034 kasus dan AIDS sebanyak 6.143 kasus. “Sedangkan kasus AIDS yang meninggal sebanyak 243 kasus,” sebutnya.
Arya Wibawa yang juga Ketua Pelaksana KPA Kota Denpasar menambahkan, dari 14.177 kasus terbanyak ditemukan pada golongan umur 20-29 tahun (38 persen). “Kemungkinan mereka terinfeksi HIV saat usia kurang lebih 15 tahun (usia sekolah) mengingat masa inkubasi HIV sangat panjang kurang lebih 5-10 tahun,” ungkapnya.
Ia menilai kegiatan ini sangat tepat sebagai ajang menyamakan visi dan misi KSPAN, meningkatkan jejaring dan menggalang kerja sama antar sekolah serta untuk berbagi pengalaman dalam membina KSPAN di sekolah masing-masing. Dengan begitu diharapkan mampu meningkatkan aktivitas dan kreativitas KSPAN di era digital saat ini.
“Oleh karena itu, kami meminta agar setiap kesempatan melibatkan para siswa dan generasi muda, pesan-pesan “setop AIDS” harus terus digelorakan,” pinta Arya Wibawa.
Lebih jauh ia menyampaikan, kegiatan ini sekaligus menjawab tantangan ke depan dalam mewujudkan tujuan penanggulangan HIV/AIDS yaitu Getting Three Zero (Zero New Infektion, Zero HIV-related Death dan Zero Discrimination) di tahun 2030. Dan, ini sesuai dengan tema kegiatan “Melalui Temu Informasi Forum Guru Pembina KSPAN Kita Membangun Kompetensi dan Peran Guru Pembina untuk Meningkatkan Aktivitas dan Kreativitas KSPAN di Era Digital demi Tercapai Three Zero 2030”.
Ketua Panitia Temu Informasi Forum Guru Pembina KSPAN Kota Denpasar, Tri Indarti, SKM., mengungkapkan, masih terjadi peningkatan kasus HIV/AIDS dari tahun ke tahun. Kelompok heteroseksual menjadi penyumbang tertinggi kasus HIV/AIDS di Kota Denpasar yakni 72 persen. Kemudian homoseksual (19 persen), dan pengguna narkoba suntik sebesar 4 persen.
Sementara itu, berdasarkan kelompok umur, terbanyak pada usia-usia produktif yakni umur 20-29 tahun sebanyak 38 persen. Selanjutnya, usia 30-39 tahun (35,3 persen), dan usia 40-49 tahun (13,3 persen).
“Tujuan kegiatan ini untuk menggalang kerja sama antar KSPAN SMP dan SMA/SMK se-Kota Denpasar, sebagai ajang tukar menukar informasi antar guru pembina KSPAN tingkat SMP dan SMA/SMK se-Kota Denpasar, serta menyamakan visi-misi dan memantapkan gerak langkah dalam membentengi siswa dari bahaya HIV dan AIDS serta narkoba. Dan, menjaga eksistensi KSPAN Kota Denpasar dan merealisasikan program kerja KPA dan Forum Guru Pembina KSPAN tingkat SMP dan SMA/SMK Kota Denpasar,” ungkapannya.
Tri Indarti menambahkan, Temu Informasi Forum Guru Pembina KSPAN Kota Denpasar dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 14-15 Juni 2022, melibatkan 58 perserta. Terdiri dari guru pembina KSPAN tingkat SMP sebanyak 29 orang, guru pembina KSPAN SMA (14 orang), dan guru pembina KSPAN SMK (12 orang), ditambah 3 orang panitia.
Kegiatan melibatkan narasumber yakni, Kabid P2 Dikes Kota Denpasar, dr. AA Ngurah Gede Dharmayuda, M.Kes., membawakan materi “Epidemiologi HIV dan Kebijakan Penanggulangan HIV/AIDS”; dan I Putu Soni Kurniawan dari BNN Kota Denpasar dengan materi “Pencegahan Pemberantasan Penyalaht dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)”. Serta Dewa Nyoman Suyetna dari Yayasan Kerti Praja soal HIV/AIDS dan dr. Made Oka Negara, FIAS dari Forun Peduli AIDS Bali soal remaja dan kesehatan reproduksi, juga dari PKBI Bali dan FGPKSPAN terkait dasar-dasar konseling remaja dan sejarah terbentuknya KSPAN.
“Sumber dana kegiatan ini dari APBD Kota Denpasar tahun anggaran 2022,” sebut Tri Indarti memungkasi. tra






















