MANGUPURA – Sekelompok relewan yang menamakan diri sebagai Relawan Posko Cengkok (RPC) Juni ini akan memulai menghidupkan mesin politik. Kenapa dipilih Juni, sebab relawan tersebut dideklarasikan I Ketut Golak, (almarhum) di Banjar Cengkok 6 tahun lalu di daerah perjuangan itu, bertepatan dengan Hari Lahir Jokowi (Presiden RI) 21 Juni 2018.
Dalam sejumlah Pilkada tahun 2018 relawan tersebut memberi dukungan penuh kepada Giri Prasta-Suiasa sebagai calon Bupati Badung dan Wakil Bupati Badung, dan Koster Bali Satu (KBS)- Cok Ace (KBS-Ace), sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.
Ketua Umum RPC Wayan Tirta ,SE asal Angantiga Petang Badung Utara didampingi Sekretarisnya Pande Krisnayana dan Bandahara, Mardiana mengatakan kepada wartawan Selasa (14/6/2022), nanti tanggal 21 Juni 2022 ini relawannya akan mulai menghidupkan mesin politik.
Melalui pertemuan khusus terbatas di Pos Komandonya, Desa Baha Mengwi, sejumlah elit relawan akan dikumpulkan guna membahas bagaimana perjuangan relawan dalam menghadapi pilkada serentak tahun 2024.
“Namanya saja relawan, kami akan menampung aspirasi sejumlah kalangan masyarakat yang belum tersentuh partai politik. Mereka inilah sasaran kami, diajak berjuang peduli dengan hajatan demokrasi di Bali,” kata Wayan Tirta.
Ia mengatakan, sejak awal relawannya berkekuatan sejumlah figur informal di sejumlah daerah. Misalnya ada dari kalangan Buldog (Buleleng Dogen), yang kebetulan bermarkas di Dalung Permai, Badung dan punya hak pilih di Badung. Ada juga tokoh informal dari Gianyar, Karangasem, Tabanan dan Denpasar.
Ketika ditanya kemana arah politiknya dalam Pilkada 2024? Tirta secara diplomatis mengatakan, masih menunggu perkembangan selanjutnya dari tingkat nasional. “Sebab apa pun yang diperdebatkan di daerah, akhirnya yang menentukan khan orang Jakarta,” kata Tirta.
RPC belum menganalisa, siapa tokoh yang akan muncul di setiap Kabupaten maupun di tingkat Bali. Siapa pun itu, mereka harus siap membangun Bali ke depan lebih baik, sehingga kesejahteraan masyarakat Bali makin cepat terwujud.
Di bagian lain Tirta mengataan, pihaknya hanya ingin menampung dan menggerakkan kalangan masyarakat yang dengan sukarela berjuang demi daerahnya. Namanya saja relawan, harus siap dan rela berkorban demi kepentingan masyarakat luas.
“Hal tersebut sudah kami buktikan dalam sejumlah hajatan demokrasi selama ini di Bali,” pungkas Tirta yang juga dikenal aktif membina olahraga di Badung. (*)























