TABANAN – Jajaran KPU Tabanan mulai dari Ketua, anggota, hingga pejabat struktural menandatangani Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja 2022. Penandatangan dilaksanakan dalam apel pagi di halaman Kantor KPU Tabanan, Senin (10/1/2022).
Ketua KPU Tabanan, I Gede Putu Weda Subawa, berkata menandatangani dua dokumen penting pada awal tahun ini. Masing-masing Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja tahun 2022, yang disaksikan seluruh jajaran di KPU Tabanan. “Komisioner dan pejabat struktural menandatangani Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja 2022,” katanya.
Pakta Integritas itu, sebutnya, mengandung inti semua jajaran KPU Tabanan membuat komitmen kepada masyarakat Tabanan khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya, selama menjabat akan senantiasa melaksanakan proses kepemiluan secara langsung, umum, bebas, dan rahasia. Selain itu, juga menjaga suara pemilih sesuai undang-undang, memberi rasa keadilan kepada peserta pemilu, membuka partisipasi publik, mencegah praktik korupsi, kolusi, nepotisme, dan lain sebagainya.
“Ada delapan poin penting dalam Pakta Integritas yang kami tandatangani, yang wajib kami patuhi guna menjaga dan meningkatkan kualitas demokrasi,” tegas Weda.
Selain Pakta Integritas, dia juga menandatangani dokumen perjanjian kinerja dalam upaya mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Dalam perjanjian kinerja, terangnya, ada dua poin penting, yakni mewujudkan SDM dan lembaga KPU yang berkualitas, serta mewujudkan koordinasi penyelenggaraan kepemiluan yang sesuai dengan standar pelayanan publik. Lebih dari itu, juga disertai pengelolaan data dan informasi, serta dokumentasi pelaksanaan pemilu berbasis teknologi informasi yang terintegrasi.
Dalam poin dokumen tersebut, kata dia, jika dilanggar maka pihaknya bersedia disanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. “Apa yang kami tandatangani itu juga mengandung konsekuensi bahwa kami siap diberikan sanksi. Ini menunjukkan kami sangat serius dalam menyelenggarakan pemilu, demi mewujudkan sistem demokrasi yang lebih baik,” tandas Weda Subawa. gap























